Tidak Semua Laki-laki


Tidak semua lelaki bersikap lembut itu mencerminkan kelembutan hatinya. Demikian juga, lelaki yang bersikap keras itu tidak selamanya berlaku keras. Lelaki keras itu bisa saja menyembunyikan kerapuhan hatinya di balik sikapnya itu.

Aku jadi ingat sebuah dorama Jepang. “Pride” judulnya. Diceritakan seorang atlet hockey yang tampak cuek dengan wanita di sekitarnya. Tak pernah terlontar kata-kata rayuan pada wanita. Dia memegang teguh pesan dari pelatihnya yang meninggal dunia, wanita hanya akan mempermainkan dan menghancurkan hatinya.

Hingga satu hari dia bertemu seorang perempuan pekerja kantoran. Perempuan biasa yang keibu-ibuan. Dari awal dia sudah jatuh cinta tapi terlalu gengsi karena janjinya pada sang pelatih. Si perempuan pun tidak ingin mengkhianati cintanya pada tunangan yang saat itu berada di luar negeri, meskipun selama dua tahun kepergiannya tak ada kabar dari sang kekasih. Bagi si perempuan, tunangannya yang selalu bertutur kata manis itu tak mungkin ditinggalkannya demi lelaki berhati keras yang baru dikenalnya. Yang mungkin berlaku kasar seperti olah raga yang digelutinya.

Si atlet hockey tak kalah akal. Dia membuat perjanjian dengan si perempuan. Isinya, hubungan mereka hanya untuk mengobati rasa kesepian tak ada pendamping. Dan saat tunangan si perempuan kembali, hubungan mereka pun berakhir.

Kebersamaan yang mereka jalin dan waktu yang dihabiskan bersama tak dapat membohongi rasa cinta yang tumbuh di keduanya. Ketika si atlet cukup berani menyatakan isi hatinya, tunangan si perempuan kembali. Hubungan mereka pun berakhir.

Ternyata sikap tunangan manisnya itu tak selembut kata-katanya. Ketika dia tahu si perempuan pernah berhubungan dengan lelaki lain kendati hanya pura-pura, dia menjadi kalap. Si perempuan dibantingkan ke sudut meja hingga darah mengucur dari pelipisnya. Tunangan manis itu meminta maaf dan berharap perempuan itu menjadi istrinya serta melupakan hubungan terlarang si perempuan.

Perempuan itu menjadi bimbang. Selama ia bersama si atlet kasar, tak pernah ada perbuatan kasar yang diterimanya. Dia pun meninggalkan tunangannya. Namun, dia tak dapat bersama si atlet karena si atlet mengejar mimpinya ke Kanada.

Kali ini, si perempuan tetap bertahan seperti dahulu, menunggu cintanya datang. Penantiannya tak sia-sia. Si atlet kembali menjemput belahan hatinya. Si perempuan selalu yakin sejak saat itu bahwa lelaki berhati keras tidak selamanya berperilaku kasar.*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s