Untuk Apa Selingkuh?


Selingkuh bisa berarti curang, berkhianat, dan menduakan hati. Untuk apa berselingkuh? Untuk mencurangi? Mengkhianati? Menduakan hati?

Ada seorang teman yang berprinsip tiada ampun bagi peselingkuh (pelaku perselingkuhan). Bagi dia, jika memang sudah tidak bisa mempertahankan suatu hubungan, tak perlu mendua. Kalaupun perselingkuhan itu terjadi berarti tidak ada lagi cinta yang murni di antara mereka dan ini harus diakhiri.

Sebagian kaum pria yang ketahuan berselingkuh menganggap perselingkuhan itu adalah variasi dalam hubungan dan tidak ada keseriusan dalam jalinan hubungan mereka. Itu justifikasi mereka. Mereka menganggap perselingkuhan pun lumrah dilakukan oleh lelaki.

Jadi ketika media mengekspose perselingkuhan selebritis perempuan dengan sejumlah pria, mereka dihujani hujatan. Sebut saja yang pernah dialami Elma Theana, Alice Norin, dan yang terakhir Kris Dayanti. Kaum pria pun turut mencaci maki mereka, padahal mereka melakukan hal serupa.

Ternyata alasan kaum wanita berselingkuh tidak jauh beda dengan kaum pria. Alasan itu pun tidak dapat menerima.

Pasangan yang dicurang biasanya akan memaafkan meskipun tak bisa melupakan. Rasa kepercayaannya terkikis karena perselingkuhan itu. Pasangannya tidak lagi jadi partner yang dikagumi. Rasa sakit hatinya mengubah kekagumannya. Besarnya kesetiaan yang dijaga tidak dibalas dengan besaran yang sama. Lalu, adakah karma buat para peselingkuh sehingga mereka akan merasakan sakitnya dicurangi? *

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s