Siapa Pemilik Kekuasaan Absolut?


“Power tend to corrupt. Absolut power corrupt absolutely”. Beribu kali kalimat itu ditancapkan di telingaku. Setiap kalimat itu diucapkan, sedikit demi sedikit maknanya ku mengerti. Seseorang yang memiliki kekuasaan, ada kecenderungan untuk berlaku sewenang-wenang. Apalagi bagi seseorang yang memiliki kekuasaan absolut, kesewenang-wenangan yang dimiliki mutlak adanya.

Sekali ini, jangan kaitkan kekuasaan itu dengan para penguasa di negeri ini. Membosankan. Berkali-kali dikatakan, para penguasa ini sudah bebal. Ketika peringatan itu mulai “menyebalkan”, tangan besinya akan menyelesaikan.

Aku, kini, ingin mengaitkannya dengan pekerjaan yang ku geluti. Pekerjaan sebagai kuli tinta, buatku, ibarat malaikat sekaligus syetan (*mohon jangan ada yang tersinggung dulu). Profesi ini lebih berkuasa dibandingkan pekerjaan mana pun. Ia dapat menerobos akses mana pun dengan kekuatannya sebagai pengontrol sosial (*katanya dalam berbagai literatur).

Kekuatannya itu yang mendorong para pekerja di bidang ini “menghalalkan” segala cara, asal beritanya tayang atau dimuat. Di lapangan, aku menemukan para kuli tinta itu sengaja menyetting kondisi yang sebenarnya menjadi yang tidak sebenarnya, bahkan lebih dramatis dan dianggap lebih layak dimuat. Yang ada, kami, bukan memberikan informasi malah menyesatkan masyarakat.

Tidak lama ini, mungkin beberapa jam lalu, masih ku ingat ucapan presenter Alvito Deanova. Berita itu selalu membuat was-was. Lihat saja bagaimana habis-habisannya media membahas kematian “Noordin M Top” di Temanggung. Ketika dinyatakan bukan Noordin, pernahkah media meminta maaf?

Media yang menciptakan sebuah kekhawatiran rupanya tak mengenal kata “maaf” atas kesalahan yang dibuatnya. Mereka justru senang ketika dikritik dan menjadikan kritikan itu sebagai lanjutan berita tanpa ada kata maaf di dalamnya.

Perusahaan media pun lebih mementingkan rating dibandingkan kebenaran. Asal lebih dulu dari media lain, walau pun beritanya salah, mereka bangga. Aku melihat justru media seolah-olah memiliki kekuasaan yang absolut, yang bisa menentukan ke arah mana berita itu. Benar, lidah itu lebih tajam daripada pedang.*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s