Ketika Intel Ditipu ABG


“Uang saya habis nih, ditipu ABG,” kata Entis (bukan nama sebenarnya) saat kami memintanya membayar makanan di warung.

Entis adalah salah seorang anggota intelijen yang bertugas di Karawang. Setiap hari dia tugas dilengkapi perangkat-perangkat elektronik terbaru. Pastinya, itu bisa menarik perhatian wanita terutama ABG yang tergila-gila dengan gadget.

Peristiwa tertipunya Entis itu berawal ketika dia berkenalan dengan siswi SMA. Sebut saja, Marni, ABG itu. Entis menilai ABG itu menarik baginya baik . “Buat sekadar nemenin jalan, kan, lumayan,” ucap Entis.

Ketika Entis merasa jenuh, dia akan mengontak Marni. Dia bilang Marni hanya diajak jalan. Selebihnya dia tidak mau cerita. Walau cuma jajan, uang yang dikeluarkan enggak sedikit.

“Gila bener deh. Gue musti bayar dia buat jajan, beli baju, sampe baju sekolah. Gimana enggak bikin puyeng,” kata Entis sambil garuk-garuk kepala.

Entis sampai memakai uang belanja bulanan istrinya untuk mentraktir Marni yang diakui sebagai anak asuhnya itu. “Kalau tidak begitu, mana mau Marni diajak keluar”.

“Ya sudah tinggalkan saja dia,” saranku.

Entis menggelengkan kepalanya. Buat Entis, meskipun mahal diongkos, Marni harus tetap dipelihara. *

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s