Hot Spot Gratisan


SIAPA bilang di daerah yang disebut “ngampung” seperti Karawang tidak ada yang namanya hotspot. Anda salah besar!

Aku sering banget memanfaatkan hotspot ini di Karawang, yang gratisan atau berbayar, meski baru tiga titik panas yang sering ku pakai. Yang paling sering ku pakai ya, yang di lantai 2 gedung Pemkab Karawang. Jaringannya lumayan yahud, meski terbatas sampai jam kerja kantor habis.

Seingatku, gedung ini mulai dilengkapi perangkat titik panas itu, ketika ajudan bupati menawarkan kemudahan untuk kami menyelesaikan pekerjaan tanpa harus pergi ke warnet. Kami sih oke-oke saja, karena bukan kami ini yang meminta. Ternyata sebulan kemudian, titik panas ini sudah terpasang walau berkali-kali putus nyambung.

Setiap mengetik di situ, rasanya ada yang memata-matai kami. Bahkan bupati sering menghampiri hanya sekadar bertanya berita apa yang kami buat. Dia mungkin merasa aman bisa memantau kerja kami di sini. Jadi bukan hal yang aneh kalau kami menghilang dari kursi empuk di lantai 2 itu, dia merasa kalang kabut. Biasanya, itu cara kami menghindar ketika membuat berita “bagus” dan tidak bagus buat dia.

Lokasi kedua, gedung DPRD Karawang. Titik panas yang masih gratisan. Namun aku jarang memakainya karena tidak merasa nyaman dengan suasana kantornya. Kita tidak bisa mengetik di lobi karena terlalu ramai. Dan aku sungkan mengetik di ruangan komisi, karena tidak nyaman.

Lokasi ketiga, di Resinda. Titik panas berbayar tentunya. Seringnya aku ke Resinda bukan karena aku punya banyak uang. Tapi, saat itu kondisi memaksaku untuk “bersembunyi” di situ. Buatku saat itu, kondisi negara genting. Aparat penegak hukum yang membekingi pengusaha nakal mulai mencari-cariku. Aku harus mencari lokasi aman sementara.

Di Resinda, perutku sampai kembung karena selama 3-4 jam mengetik bisa menghabiskan 4-5 gelas kopi. Soalnya aku mengetik nyaman di sofa itu ya, di dalam coffee shop. Selesai mengetik pun, malas untuk pulang sebab di Resinda disuguhkan pula live music dengan suara penyanyi yang asik pula.

Eits jangan salah lagi ya. Meski titik panas di Karawang masih terbatas, bukan halangan buatku untuk mengirim berita dan foto di mana saja, karena aku sudah membekali diriku dengan modem yang sinyalnya kuat dan harganya murah. Jadi siapa takut berpetualang di Karawang? Mau ikut? Ayo….bersamaku “wartawan saba desa”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s