Copet Kampret


Dasar orang jahat, semakin kreatif saja mereka beraksi. Temenku baru aja jadi korbannya. BB-nya hilang setelah “diterapi” tabib gadungan di angkot Kb. Kelapa-Buah Batu. “Kata polisi ini modus baru,” cerita Icha.

Hari itu, ‘ga biasanya Icha mau naek angkot jurusan Kb. Kelapa-Buah Batu. Kosong pula. ‘Ga biasanya juga Icha pakai tas tanpa sleting. Pokonya pagi itu, terlalu banyak ‘ga biasanya pada diri Icha.

Tidak lama setelah Icha naek, dua orang berpakaian layaknya ustadz dengan Shalwar Kameez-nya ikut naek. Disusul dua lainnya di titik selanjutnya. Jumlah penumpang pun jadilah tujuh orang termasuk Icha. Sayang Icha tidak duduk di samping sopir atau tepat di belakang sopir, sehingga dua pria pertama bebas duduk mengapit Icha. Seorang di antaranya memberikan selebaran pengobatan gratis. Icha menolaknya.

Si “ustadz” ‘ga menyerah. Kali ini, tangan dengan sigap langsung memegang lengan Icha dan menekannya. Icha yang kesakitan meminta si ustadz gadungan itu melepaskan pegangannya. Bukannya dilepaskan, si ustadz malah menekannya lebih keras, dengan alasan untuk pengobatan. Icha pun memohon, tapi tak juga dilepaskan.

Anehnya, lima penumpang lainnya malah diam melihat ada seorang yang dianiaya di hadapan mereka. Tidak lama berselang si ustadz itu melepaskan pegangannya dan meminta maaf. Satu persatu dari mereka pun turun dari angkot.

Icha memeriksa tasnya. Apes. BB-nya berhasil digondol ketika perhatiannya teralihkan pada usahanya melepaskan diri dari si Ustadz gadungan. Icha ingat mungkin si pelaku sempat melihatnya menerima telfon dari BB itu. Icha juga menduga semua penumpang itu adalah komplotannya karena mereka tidak menolongnya, padahal jelas-jelas itu terjadi di hadapan mereka.

Si sopir pun ikut kaget ketika Icha bilang dia dicopet. Si sopir mengaku curiga pada enam orang yang disebutnya kelompok Palembang itu. Dia pun menawarkan mengantar Icha ke kantor polisi. Dan lagi-lagi Icha menolak.

Ia pun melaporkannya ke polisi, ke kantor, dan ke Indosat. Dia minta nomor dan pin-nya di full blokir. Icha ‘ga rela si penadah bisa memakai BB-nya. Untungnya kantor masih mau mengganti dengan BB Gemini. “Tapi masih indent uy”.*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s