Kado Terpahit di Hari Polisi


*dikutip dari Majalah TEMPO

Mayor polisi membongkar korupsi di tubuh kepolisian Rusia melalui situs YouTube. Pemerintah Rusia berjanji akan melakukan penyidikan.

Ia seorang mayor polisi. Dan Kamis awal bulan ini, ia melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan para koleganya. Ia merekam kesaksiannya tentang dunia kepolisian di Rusia, lantas memasukkannya ke situs YouTube.

Rusia pun terguncang keras. Dalam sehari, ratusan ribu orang berbondong-bondong mengunduh rekaman video Mayor Alexei Dymovsky ini, yang cuma berdurasi enam menit tapi membuat begitu banyak personel kepolisian di negara itu tak bisa tidur. Dan Dymovsky memang tidak main-main. Ia membuka kesaksiannya dengan kalimat yang langsung ditujukan kepada orang terkuat di negeri itu.

“Vladimir Vladimirovich, pengakuan ini aku tujukan kepadamu,” demikian Alexei Dymovsky. Vladimir Vladimirovich merupakan panggilan tradisional Rusia untuk Perdana Menteri Vladimir Putin, orang terkuat Rusia kini. “Anda pernah berbicara tentang korupsi. Tak hanya mengatakan korupsi merupakan kejahatan, Anda juga berkata bahwa siapa pun tak pantas melakukan korupsi,” ujarnya. Dymovsky menggarisbawahi bahwa korupsi terjadi bahkan di dalam tubuh kepolisian Rusia, dan ia siap bersaksi.

Dymovsky bergabung dengan dinas kepolisian di Kota Novorossiisk, bagian selatan Rusia, sejak 2004. Dan sekarang ia membeberkan informasi yang selama ini tak pernah dibicarakan secara terbuka : para koleganya sering menahan orang tak bersalah karena tidak mampu menyelesaikan sebuah kasus. Ia sendiri mengaku pernah menahan orang tak bersalah atas perintah atasan. Dan langkah ini pun cepat berbuah : ia dipromosikan menjadi mayor pada Mei lalu. Adalagi kebiasaan klasik yang terus berlanjut hingga kini, yaitu aparat tidak segan-segan membuat kasus fiktif untuk memenuhi target statistik.

“Saya tidak takut mengatakan ini, meski saya dapat ditahan karenanya. Sebab, ini semua fakta,” ujarnya. Pria yang bekerja di satuan unit antinarkotik ini juga bercerita tentang kesewenang-wenangan para bos di lembaga kepolisian. Ia harus bekerja 30 hari dalam sebulan dengan upah minim, 14 ribu rubel atau sekita US$ 413. Dengan penghasilan sebesar itu, acap ia tidak punya cukup uang untuk berobat ke dokter. Kondisi seperti inilah yang menurut Dymovsky membuat aparat menerima suap dari para kriminal.

Lembaga kepolisian yang kebetulan berulang tahun pada 9 November itu pun lekas dilanda amarah dan kekhawatiran. Dua hari setelah pengakuannya, Dymovsky dipecat dari kesatuan. Bahkan Menteri Dalam Negeri Rusia Jenderal Rashid Nurgaliyev kemudian menuduh Dymovsky dibiayai pihak asing. Meski begitu, Kremlin rupanya menggubris secara serius pernyataan Dymovsky. Atas perintah Presiden Dmitry Medvedev, Rashid Nurgaliyev kini melakukan penyidik besar-besaran.

Dymovsky sendiri mengalami aneka tekanan. Ia sempat ditahan polisi lalu lintas dalam perjalanan ke bandar udara. Setelah dia dibebaskan, telefon selulernya tiba-tiba mati. Rekeningnya di bank juga diblokir, sehingga ia tak bisa membeli tiket pesawat. Akhirnya Dymovsky berpindah-pindah mobil menempuh jarak seribu mil agar dapat tiba dengan selamat di Moskow. Kini ia harus menyewa bodyguard untuk menjaga keselamatan istrinya, yang tengah hamil enam bulan.

Tapi Dymovsky tidak berhenti di situ. Dalam konferensi pers pada hari kepolisian itu, ia menunjukkan sebuah amunisi baru : rekaman telefon sepanjang 150 jam antara dia dan mantan atasannya. Isinya macam-macam : dari perintah para bos kepolisian untuk menangkap orang tak bersalah, meletakkan narkotik untuk menjerat orang tak bersalah, hingga menerima suap.

“Saya siap mengungkapkan segalanya kepada Putin. Saya tidak takut mati bahkan bila keluarga saya juga dieksekusi. Saya ingin menunjukkan sisi lain kehidupan polisi Rusia : korupsi, kebengisan, dan seluruh kebobrokannya,” ucap Dymovsky.*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s