Di Tatar Sunda juga ada CANDI


Komplek Candi Batujaya yang terletak di Desa Segaran, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang, diperkirakan dibangun pada abad 4 Masehi dan lebih tua dari Candi Borobudur yang dibangun pada sekitar abad 7-8 Masehi.

Berdasarkan hasil penelitian para arkeolg pada tahun 1984, setelah dilakukan eskavasi mulai tahun 1985-1999, dan ditemukan situs candi didua tempat berbeda. Pertama, Situs Batujaya yang terletak di Desa Segaran Kec Batujaya dengan 13 candi dan Situs Telagajaya yang berada di Desa Telagajaya, Kecamatan Pakisjaya dengan 11 candi. Selain candi juga ditemukan beberapa artefak pra-sejarah berupa, Potytablet, Perangko yang terbuat dari tanah liat, gerabah, keramik dan tembikar. Walapun berada di tempat berbeda, namun keduanya merupakan satu rangkaian, dimana kedua situs tersebut merupakan tempat peribadatan yang sudah mengalami banyak perubahaan seiring perkembangan di masa itu.

Menurut Kasubag Pemberitaan, Humas Pemkab Karawang yang juga pemerhati sejarah Karawang, II Wahyudin mengatakan, dari temuan artefak tersebut dijadikan petunjuk untuk mengetahui usia dan masa kapan bangunan tersebut dibuat. “Dari benda-benda sejarah (artefak) yang ditemukan, kemungkinan bangunan tersebut dibangun pada zaman Hindu-Buddha pada masa kerajaan Tarumanegara, akan tetapi memiliki keterkaitan dengan masa pra sejarah,” katanya.

Dari 24 candi yang berada di Komplek Situs Batujaya, baru tiga candi yang dipugar, diantaranya, Candi Jiwa, Candi Blandongan dan Candi Serut. Selain bangunan candi juga ada sumur kuno yang pemugarannya sudah selesai. Dilihat dari bentuk bangunan, situs Batujaya merupakan warisan Buddha karena diatas candi terdapat bangunan Stupa.

Kini Kompleks Situs Batujaya pengelolaannya dibawah kewenangan Balai Pelestarian dan Peninggalan Purbakala. (BP3) Serang. Bahkan untuk memudahkan pengelolaan Situs Batujaya, Pemkab Karawang meminta BP3 Serang segera membuat master plan atau landscape situs tersebut.”Masterplan sangat dibutuhkan untuk menghindari tumpang tindih kewenangan dan memudahkan pemerintah daerah dalam partisipasi pembangunan infrastruktur penunjang disekitar situs,” ujarnya.

Ii menegaskan, kedepannya Pemkab Karawang memiliki kepentingan karena situs tersebut bisa dikembangkan menjadi wisata budaya yang dapat mendorong tumbuhnya sektor ekonomi kerakyatan di sekitar situs. Bahkan, kata Ii, efek domino yang ditimbulkan dari situs ini akan berdampak kepada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Situs ini memiliki tiga manfaat, selain sebagai kawasan wisata, tempat ibadah juga sebagai tempat studi dan objek penelitian. Agar hal tersebut terealisasi harus ada koordinasi antara pemerintah pusat,provinsi dan daerah untuk mewujudkannya,” ungkap Ii. *

Advertisements

4 thoughts on “Di Tatar Sunda juga ada CANDI

  1. Heni P says:

    Semoga rakyat sekitar mengerti artinya peninggalan sejarah, agar mereka tidak seenaknya saja mengambil batu2 peninggalan sejarah hanya untuk keuntungan pribadi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s