Berhenti Paranoid !


Waspada bukan berarti harus jadi curigaan. Tidak perlu paranoid. Apalagi terlalu cepat menyimpulkan sesuatu. Jadi ingat pesan bapak presiden kita yang terhormat, Susilo Bambang Yudhoyono, terkait aksi bahwa jangan sampai ada yang “menunggangi”.

Bagi saya, sadar atau tidak sadar, setiap pemikiran itu pasti ada yang menunggangi. Kepentingan siapa? Tergantung kepentingan siapa yang kita perjuangkan, itulah yang “menunggangi” kita. Apa itu salah? Tidak juga. Semua orang berhak memperjuangkan apa yang diyakininya.

Lalu, kenapa sampai SBY begitu panik dengan adanya “tunggangan” dalam aksi-aksi sosial itu?

Lewat mata sederhana saya, kepanikan, kewaspadaan, kecurigaan, atau apalah itu, karena ada kekhawatiran dari SBY, aksi yang “ditunggangi” itu bisa menganggu bahkan menghancurkan keyakinan yang diperjuangkannya. Pertanyaan selanjutnya, keyakinan seperti apa yang diperjuangkannya? Keyakinan bahwa semua yang diperjuangkannya itu keniscayaan? Keyakinan bahwa yang diperjuangkannya itu demi kebaikan semua orang termasuk dia dan keluarganya?

Satu kali dalam pekerjaan saya, saya benar-benar meyakini bahwa perjuangan saya dengan meliput dan memberitakan sebuah kasus pencemaran lingkungan itu demi kebaikan semua orang. Ketika itu saya yakin, orang-orang yang bersama saya, yang berkata berjuang untuk hal yang sama memang mengatakan sebuah kebenaran. Saya yakin tidak ada yang namanya “menunggangi” demi kepentingannya sendiri.

Tapi dalam perjalanannya, saya menemukan apa yang mereka perjuangkan tidak seperti yang saya yakini. Saya baru menyadari bahwa memang ada yang “menunggangi” perjuangan saya.

Saya sangat tertarik untuk meliput setelah saya melihat langsung bagaimana sumber air minum Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) itu dicemari. Secara tidak langsung, tumpukan limbah batu bara menyerap ke dalam tanah hingga meracuni sumber air minum di saluran Tarum Barat (*hasil laboratorium belum membuktikannya). Sebulan penuh, setiap hari saya menulis kronologis pembuangan itu, hingga dampak dan menemukan si pencemar. Aparat pemerintah berdatangan mengecek kebenarannya sekaligus membina si pencemar.

Saat itu, saya menilai apa yang saya lakukan bermakna. Tulisan saya mampu menarik para pejabat dan aparat penegak hukum turun langsung. Benarkah mereka menegakkan kebenaran sesuai aturan? Saya berprasangka baik.

Di tataran masyarakat yang tercemar, saya merasa miris. Mereka tidak tahu urukan jalan, urukan rumah itu adalah limbah bahan beracun dan berbahaya (B3). Mereka malah berterima kasih. Setelah dijelaskan pelan-pelan bahayanya mereka mulai mengerti. Mereka pun bisa menarik kesimpulan sakit pernafasan yang mereka idap itu memang disebabkan debu limbah B3 tersebut.

Dampak negatif pun datang beriringan dengan dampak positif. Telefon dan pesan teror datang bertubi-tubi. Baik dari rekan sejawat hingga oknum aparat penegak hukum. Baik saya ataupun mereka memperjuangkan apa yang diyakini. Saya yakin si pencemar itu salah. Sedangkan mereka yakin memperjuangkan si pencemar karena menggantungkan hidup pada si pencemar.

Saya ulangi, seperti saya, rekan sejawat, si pencemar, aparat penegak hukum, semua “ditunggangi”. Kami “ditunggangi” oleh keyakinan kami masing-masing. Ada yang berjuang sendiri, ada yang menitipkan perjuangannya pada orang lain. Saya percaya, tidak ada perjuangan yang tidak “ditunggangi”. Jadi bapak jangan khawatir dan panik. Kami yang justru khawatir ketika perbuatan bapak “ditunggangi” pemikiran yang merugikan kami, rakyat yang senantiasa berprasangka baik pada pemimpinnya. *

Advertisements

One thought on “Berhenti Paranoid !

  1. eNYe markotop says:

    Semua juga ditunggangi & menunggangi ari kitu mah. Kita memperjuangkan sesuatu karena ditunggangi kepentingan terhadap kita juga tul gak? & contohnya Tatkala kita lahir itu karena Ibu ditunggangi Ayah. ^_^
    Komen teh kudu aya kidding-nya ya Bu. Xixixi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s