Fobiaku, Fobiamu!


Di tulisan sebelumnya, aku mengungkapkan begitu bencinya pada kecoa. Benci atau takut, aku belum faham benar. Nah, setelah ku obrak-abrik majalah jaman zebot sampai jaman kiwari, ada beberapa catatan soal fobia itu.

Jika kita sekadar geli binatang yang menjijikkan, belum tentu kita fobia terhadap binatang tersebut. Rasa geli ada penjelasan yang rasional dan muncul dalam taraf rasional.

Fobia itu cenderung merasa terancam sama objek itu, terlepas objek itu benar-benar membahayakan atau tidak. Misalnya, ular adalah binatang yang membahayakan. Tapi pada orang fobia, bisa muncul bisa muncul ciri-ciri fisik, padahal yang dilihat hanyalah gambar ular di buku. Salah satu ukuran fobia adalah gangguan dan hambatan pada aktivitas sehari-hari.

Boleh percaya, boleh tidak, tetapi fobia ini benar-benar ada! @ Ithyphallophobia : takut pada ereksi
@ Ephebophobia : takut akan anak muda
@ Coulrophobia : takut pada badut
@ Ergasiophobia : takut bekerja
@ Gymnophobia : takut telanjang
@ Neophobia : takut akan hal-hal baru
@ Paraskavedekatriaphobia : takut hari Jumat tanggal 13
@ Panphobia : takut pada segala hal
@ Taphophobia : takut terkubur hidup-hidup
@ Pteronophobia : takut digelitiki bulu-bulu
@ Ablutophobia : takut mandi
@ Androphobia : takut sama cowok
@ Arithmophobia : takut pada angka-angka
@ Bibliophobia : takut sama buku
@ Catoptrophobia : takut pada cermin
@ Anglophobia : takut pada Inggris atau budaya Inggris
@ Logophobia : takut pada kata-kata
@ Melanophobia : takut pada warna hitam
@ Sophophobia : takut belajar
@ Mageirocophobia : takut memasak. *

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s