Orang Miskin Pilih Mati


Apa yang dilakukan oleh orang miskin saat terdesak dan tidak ada lagi yang mampu menolongnya? Mereka memilih mati. Bukan karena mereka tidak percaya lagi pada Tuhan, tapi satu-satunya harapan mereka pun sudah dirampas.

Hari ini, aku menulis tentang dua orang yang terpaksa mengakhiri hidupnya karena tak ada lagi harapan bagi mereka untuk melanjutkan hidup. Salah satunya menggadaikan diri pada rentenir. Sudah tidak uang dan pekerjaan,  terpaksa meminjam uang dengan bunga yang cukup tinggi. Di tengah kebingungannya membayar utang, tiba-tiba dia menerima surat panggilan dari Kepolisian Resor Karawang terkait dugaan penipuan. Itulah nasib Lawi (60) warga Dusun Cilogo RT 04 RW 01 Desa Medang Asem Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang. Dia memilih mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, Selasa (15/12) pagi.

Sehari sebelumnya, Kusnadi Bin Manaf (35), warga RT 27/06 dusun Blok Kraton Desa Rengasdengklok Selatan Kecamatan Rengasdengklok Kab. Karawang  yang mengontrak rumah di RT 10/02 dusun Cikangkung Barat II Desa Rengasdengklok Utara tewas bunuh diri. Kusnadi ditemukan tak bernyawa tanpa busana di kamar mandi. Di samping mayatnya, tergeletak bekas minuman beralkohol yang dicampur sampo.

Anah (45), kakak Kusnadi menduga jalan pintas itu ditempuh Kusnadi karena kekecewaan ditinggal istri yang memiliki Pria Idaman Lain (PIL). Istri Kusnadi memilih pergi karena Kusnadi tidak memiliki penghasilan tetap.  Kusnadi yang berusaha mencari istrinya itu, tidak pernah menemukannya.

Kemiskinan pada satu titik membuat manusia melupakan Tuhan. Ada sebagian yang nekad menjadi pendusta terhadap Tuhan, ada yang tetap berpegang pada ajaran Tuhan, dan ada yang memilih jalan pintas dengan cara bunuh diri.

Kepala Daerah yang aku temui mengatakan bahwa mental mereka sudah rapuh. Itu sebabnya mereka memilih bunuh diri. Bukankah pemerintah baik pusat dan daerah mengalokasikan anggaran untuk warga miskin berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT), Program Keluarga Harapan (PKH), Beras Miskin (Raskin), Asuransi Keluarga Miskin (Askeskin), dan Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas). Lalu kenapa masyarakat miskin malah terus bertambah? Disunat dimanakah?

Aku jadi teringat perkataan Arai di novel “Sang Pemimpi”, bahwa bagi orang seperti dia (orang miskin), mimpi itu satu-satunya harapan yang membuat mereka bertahan hidup. Tapi, kini mimpi dan harapan itu musnah karena pihak pemerintah yang diharapkan dapat membantu malah menjepit mereka.*

Advertisements

One thought on “Orang Miskin Pilih Mati

  1. kepin says:

    bukan kemiskinan yang membuat orang bunuh diri tapi kesiapan kita menghadapi hidup yang keras,kadang orang melupakan bahwa hidup bukan untuk disesali tapi untuk dijalani,karena serelah hidup ada kehidupan yang lain.yang pasti surga itu tempat orang yang sakit hati,tempat orang yang makan hati juga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s