Bagiku, Kamu Seperti Sekoteng Panas


Sudah lama aku mencari sekoteng panas, akhirnya ku temukan juga. Lepas tengah malam, ia melintas. Kerumunan jiwa wanita yang terperangkap di tubuh pria alias waria, si mamang sekoteng panas itu memberi warna lain. Yah..warna lain setelah hujan reda. Banyak laki-laki melintas menggoda sang waria sekadar mencari kehangatan paska hujan, aku lebih tertarik sekoteng panas. Ku ulangi, sekoteng panas, bukan “mamang” sekoteng panas.

Paduan kacang hijau, sekoteng pink, potongan roti, dan kacang tanah, lalu disiram air jahe yang panas, sempurna dicicipi sebelum tidur. Perut pun menjadi hangat dan tak kan mengalami krisis ketika tengah menikmati mimpi indah.

Kamu pun bagai sekoteng panas untukku. Kamu mau menjemputku saat hujan untuk sebuah agenda, “malam mingguan”. Ha..ha..serasa lebay begini, tapi tak apa ya. Aku memang mulai meracau ..tapi kamu memang bagai sekoteng panas yang menghangatkan bagiku. Semoga kamu terus jadi sekoteng panasku, he he!

Selamat tidur.. ®

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s