A Little Conversation With Myself


Apakah ada sesuatu yang salah dengan diriku yang tidak ku sadari? Aku tidak tahu. Benar-benar tidak tahu. Tapi, kenapa adik sepupuku-dengan sebuah keyakinan-menyebutkan aku tengah berada dalam pusaran masalah. Aku yang tadinya tidak pernah ambil pusing malah menjadi puyeng karena memikirkan ucapan adik sepupuku itu. Can you help me out? Dua kali, adik sepupuku memimpikan bertemu denganku dalam berpakaian compang-camping.

Aku : Memangnya aku terlibat dalam masalah apa? Kamu tahu?

Me : Aku tidak tahu. Hanya, aku merasakan bahwa setelah disadarkan kamu mulai mencari yang salah dalam diriku. Apa kamu sadar kesalahan apa saja yang ada dalam dirimu?

Aku : Hal yang aku sebut kesalahan, adalah ketika aku tidak mampu membahagiakan orang tuaku. Aku merasa bersalah karena telah membuat mereka merasa menjadi tidak berguna. Mereka sering kali merasa tersindir karena aku belum menikah di usiaku ini. Lalu apa aku salah karena aku belum menikah? Bagaimana menurut kamu?

Me : Kamu tidak salah. Kamu hanya merasa menyesal dan iri pada orang lain. Kamu iri melihat orang yang lebih muda dari kamu bisa lebih dulu menemukan pasangan hidupnya. Kamu iri melihat mereka menikah. Padahal ada bagian dalam diri kamu yang masih menganggap kamu lebih beruntung dari mereka.

Aku : Maksudnya? Bukankah menikah itu bisa meringankan beban karena kita bisa berbagi?

Me : Memang benar. Itu kata yang sudah menikah. Tapi itu bukan alasan untuk menikah buru-buru. Memangnya dengan menikah buru-buru bisa membahagiakan orang tua? Apa itu yang kamu yakini? Kamu mesti menikah dengan orang yang mencintai kamu, yang bisa menghargai kamu. Tidak hanya menganggap istri itu sebagai teman tidur, koki, binatu, pembersih rumah. Tapi suami yang siap menerima istrinya lebih maju darinya. Suami yang bisa mendengar pendapat istrinya. Dan itu tidak bisa datang sekejap. Kamu mesti yakin bahwa memang ada lelaki yang “pantas” buat kamu.

Aku : Aku malu. Malu karena belum menikah. Tapi aku tidak mau menikah dengan sembarang orang karena malu. Aku ingin menikah karena itu saatnya aku untuk menikah dengan orang yang pantas dan tepat.

Me : Yakinlah, Tuhan diam karena Dia punya alasannya. Semua akan datang pada waktunya. Sekarang bangun, tegakkan kepala, katakan, “Life is Wonderfull”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s