100 % Believe


Ingin usaha anda berhasil? Ingin segera dapat jodoh? Ketik REG  NAMA dan TANGGAL LAHIR ANDA, kirim ke 9090”…

Iklan semacam ini sepertinya semakin laku aja, ya. Iklan seperti itu tidak ada bedanya dengan aliran mistis, jadi kita sebut saja iklan itu  “primbon modern”. Tapi, tidak hanya itu, iklan-iklan itu kini menjurus ke “perdukunan”, seperti meramal hubungan percintaan dan pekerjaan. Dan industry “mistis” itu semakin meledak.

Booming-nya industry “primbon modern” itu tidak lepas dari dukungan media elektronik. Hampir setiap spot iklan, pariwara “primbon modern” itu selalu ada. Diberikan embel-embel gratis, semakin menarik perhatian. Padahal nyatanya, “primbon modern” itu benar-benar menyedot pulsa. Bayangkan saja, sehari bisa datang lebih dari lima kali petunjuk dalam pesan singkat. Dan, mungkin, kebanyakan percaya dengan tebakannya seperti kita percaya ketika mengecek zodiac.

Kepercayaan mistis itu juga masih banyak dianut oleh sebagian orang terutama para pedagang. Aku masih sering menemukan kepercayaan-kepercayaan tertentu yang dianut para pedagang yang kupikir terkadang merugikan pembeli. Aku berpikir demi kepercayaan itu, mereka melupakan bahwa usahanya bisa lebih berkembang. Contohnya saja, penjual sate Maranggi yang mematok menutup usahanya hingga pukul 9 malam. Mau ada orang yang pesan sate ratusan pun, kalau sudah pukul 9 malam, ya, tidak dilayani. Padahal bisa saja, kalau diterima memberikan tambahan pendapatan yang cukup besar.

Contoh lainnya yang pernah ku temukan adalah kumpulan pembuat pindang di Kec. Banyusari Kab. Karawang yang selalu membatasi jam kerjanya. Padahal pesanan menumpuk. Mereka memilih jam bekerja dari pagi buta hingga pukul 8 pagi. Lewat jam segitu, mereka bersantai di depan rumahnya.

Kalau dilihat dari sisi ekonomis, sebenarnya waktu yang kosong itu bisa digunakan untuk meningkatkan produksi. Dan menambah keuntungan bagi mereka. Tapi, dari sudut pandang mereka lain lagi. Kalau kepercayaan itu dilanggar maka mereka akan mendapat malapetaka. Aku pun sering melihat di warung-warung yang dipasangi semacam sate yang berisi macam-macam bumbu. Kata mereka, itu untuk menolak bala atau permainan “halus” dari pesaingnya.

Ketika kita meminta penjelasan logis dari kepercayaan mereka, mereka tidak akan dapat membuktikannya pada orang lain, karena itu keyakinan mereka. Kepercayaan yang tumbuh karena sebuah pengalaman.

Beberapa sumber literatur menyebutkan bahwa alasan kepercayaan itu tumbuh karena rasa kurang puas yang berlebihan, rasa kecewa yang berlebihan, dan mencari makna hakekat yang sebenarnya. Oleh karena itu, penjelasan logis bagi mereka sudah tidak penting lagi karena kepercayaan merekalah yang menguasai pemikiran mereka.®

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s