Menggapai Langit di Atas Gurun


*dikutip dari Majalah Tempo Edisi 11-17 Januari 2010

Burj Khalifa, gedung pencakar langit di Dubai dengan ketinggian 828 meter, adalah gedung tertinggi di dunia. Gedung yang diresmikan pada 4 Januari lalu itu menghabiskan dana US $ 1,5 miliar atau Rp 13,8 triliun.

Menara ini sebelumnya bernama Burj Dubai. Penguasa Dubai, Syekh Mohammad bin Rashed al-Maktoum, mengganti nama bangunan untuk menghormati Presiden Uni Emirat Arab, Syekh Khalifa bin Zayed an-Nahayan. Sang Presiden berjasa menyelamatkan Nakheel, anak perusahaan Dubai World. Seperti diketahui, negara ini sedang dililit krisis ekonomi.

Burj Khalifa, dari bahasa Arab yang berarti menara Khalifa, dibangun di atas 52,68 hektare tanah mulai 21 September 2004 hingga 1 Oktober 2009. Menara ini juga mengalahkan rekor bangunan tertinggi di dunia sebelumnya, yakni Menara Taipei 101 di Taiwan, yang memiliki ketinggian 509 meter. Rekor lain yang runtuh adalah CN Tower, Kanada (555 meter); Menara KVLY-TV, Amerika Serikat (629 meter); dan Menara Warsaw Radio, Polandia (647 meter).

Selain menciptakan rekor gedung tertinggi, Burj Khalifa menjadi gedung dengan lantai terbanyak, mengalahkan World Trade Center, Amerika, yang memiliki 160 lantai. Meski terdiri atas 200 lantai, hanya 160 lantai yang digunakan untuk beragam kegiatan, seperti perkantoran, apartemen, sampai butik dan hotel mewah. Sebanyak 900 ruang apartemen tersedia dari lantai 19 sampai 108. Gedung menakjubkan ini juga memiliki 37 lantai untuk perkantoran, mulai tingkat 123 ke atas. Dalam menara juga terdapat Hotel Giorgio Armani nan mewah dan masjid tertinggi di dunia, di lantai 158.

Burj Khalifa memiliki lift dengan kecepatan 64 kilometer per jam atau 18 meter per detik. Terdapat 57 lift yang disediakan di menara. Puncak penggunaan listrik semua penghuni menara diperkirakan 50 megavolt ampere. Kebutuhan air 946 ribu liter tiap hari. Di puncak bangunan, orang akan merasakan suhu 15 derajat celcius lebih dingin dibanding di bagian dasar bangunan.

Menara ini dirancang kantor arsitek Skidmore, Owings & Merrill, asal Chicago, Amerika yang telah lama dikenal sebagai desainer beberapa gedung tertinggi di dunia. Contoh karyanya adalah South Korean Samsung C&T, Taipei 101, dan Menara Kembar Petronas. Burj Khalifa menggunakan beton sebanyak 45 ribu meter kubik dengan berat 110 ribu ton, dan fondasi beton setinggi 50 meter.®

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s