Polisi dan Pencuri Sekarang


Pagi buta kali itu adalah kali kedua aku berhadapan dengan penyidik kepolisian. Bukan dalam konteks wawancara. Tapi berkaitan dengan tindak pidana. Namun, kali ini suasananya berbeda. Tak ada lagi ketegangan meski pemeriksaan baru dimulai pukul 3 pagi.

Malam sebelumnya, di kontrakan my man, ada kejadian yang sebenarnya “patut diduga” sejak dulu – sejak gerbang jarang dikunci – akan terjadi. Sepeda motor my man dicolong maling. Sepeda motor yang diparkir di depan kamar kontrakannya. Tidak ada yang tahu atau mengaku mencurigai siapa pelakunya.

Alasan pertama, saat itu hujan. Siapa pun malas keluar rumah saat hujan. Mereka memilih berada di dalam kontrakannya menikmati kopi sambil menonton tivi dan berbalut selimut. Kalau pun ingin keluar, terpaksa menahan diri hingga hujan reda.

Alasan kedua, terlalu banyak makhluk di kontrakan yang sering keluar masuk, sehingga siapa pun bisa jadi tersangka. Bayangkan, satu anak sekolah menengah atas bisa dikunjungi oleh lima temannya yang bersepeda motor setiap harinya. Dan di kontrakan itu ada tiga anak sma yang mengontrak.

Alasan ketiga, tidak ada yang memerhatikan jumlah sepeda motor yang terparkir saat itu karena banyak bercampur dengan teman-teman si anak sma. Mereka juga tampaknya tidak kenal dengan orang-orang yang keluar masuk di kontrakan itu.

Akibatnya, sekitar pukul 10 malam, sepeda motor my man raib. Padahal sepeda motor itu diparkir berdempetan dengan sepeda motor lainnya dan agak sulit dikeluarkan dari deretan. Tapi si maling berhasil membawa kabur. Kejadian itu pun meramaikan suasana kontrakan yang awalnya sepi karena semua mengurung diri di kamarnya, ogah melawan dinginnya hujan. Mulailah adegan saling tuduh-menuduh.

Di kantor polisi, dicatatlah laporan kejadian itu. Itu diperlukan untuk mengklaim asuransi atas kendaraan tersebut. Hanya tiga petugas piket yang ada di polsek. Sisanya tengah beroperasi. Tiga petugas itu hanyalah petugas yang mengetik laporan dan bukan penyidik, sehingga kami mesti menunggu hingga penyidik kembali dari operasi. Setelah mereka kembali, tidak lama laporan itu selesai.

Hal itu berbeda dengan kejadian yang menimpaku dulu di kantor polisi (*diceritakan di tulisan selanjutnya). Hanya ada kalimat dari petugas yang kalau kusimpulkan memang tidak akan diupayakan untuk mencari kendaraan yang hilang tersebut bahkan menangkap pelakunya yang masih gelap gambarannya. “Sulit bagi kami untuk mencari pelaku dan menemukan kembali kendaraan Anda. Tapi kami berharap surat laporan kehilangan ini bisa membantu Anda untuk mendapatkan  penggantian kendaraan Anda dari pihak asuransi”.

Hingga esok harinya, tak ada kabar dimana kendaraan itu berada. Ada beberapa orang yang berbaik hati mengira-ngira dimana kendaraan itu berada dan menganalisa kejadian tersebut:

Ibu pemilik kontrakan

Merasa tidak enak hati terhadap para pengontraknya karena sempat terjadi adu mulut antara pengontrak pekerja dan pengontrak anak sma, ibu pemilik kontrakan mencari bantuan paranormal. Menurut si paranormal, sepeda motor itu dibawa oleh seorang lelaki muda berperawakan tinggi kurus dan banyak bekas jerawatan pada bagian pipinya. Pagi harinya, kendaraan itu masih terparkir di depan rumah pelaku di wilayah Johar, Karawang.

Ibu pemilik kontrakan mengaku pada pukul 9 malam sebelum peristiwa terjadi, dia melihat sepeda motor my man masih ada di depan kamar. Saat itu dia hendak mengambil sepeda motornya untuk ke pasar. Dia khawatir peristiwa itu terjadi karena ada yang tidak suka dengan my man. “Mungkin ada musuhnya,” perkiraan dia.

Tetangga Pengontrak, Sang Dokter Hewan

Menurut SDH, saat dia kembali dari makan malam, sekitar pukul 10 malam, sepeda motor my man itu sudah tidak ada. Dia menyangka myman sedang keluar karena jendela dan gordennya tertutup. Dia menuding, pelakunya ada di antara salah seorang teman anak sma yang sering datang bermain, sehingga mereka dengan mudah tahu saat-saat longgar di lingkungan kontrakan.

SDH juga mengatakan hal itu sudah diingatkan beberapa kali. Soalnya, sejak tumplek anak sma di kontrakan, selain bising, gerbang masuk pun jarang dikunci. Ketika diingatkan anak sma itu malah mengadu pada ibu pemilik kontrakan dengan mengatakan SDH itu bawel. SDH meminta semua anak sma yang datang di hari itu dikumpulkan untuk ditanyai.

Salah satu anak sma

Salah satu anak sma ini mengaku melihat seseorang yang ciri-cirinya mirip dengan yang disebutkan paranormal ibu pemilik kontrakan. Orang itu duduk di teras kamar kontrakan yang persis berhadapan dengan kamar kontrakan myman. Dia mengira orang itu adalah teman anak sma lainnya dan sedang menunggu sehingga dia tidak menyapanya. Dia mengaku beberapa kali sempat melihat orang itu.

Wartawan Galamedia

Wartawan senior ini berasumsi pelakunya anak sma. Dia menyebutkan banyak kebutuhan anak sma yang tidak bisa dipenuhi oleh orang tuanya. Jalan pintas pun ditempuh dengan mencuri sepeda motor dan dijual dengan harga murah secukupnya untuk kebutuhannya.

Serse Polsek

Menurut si abang yang satu ini, bisa saja pelakunya anak sma yang sering berkunjung. Tapi perbuatan itu dikendalikan oleh seseorang yang tergabung dalam jaringan pencuri sepeda motor. Apalagi sepekan terakhir, sejak musim hujan, banyak laporan yang masuk berkaitan dengan pencurian. Yang dicuri sebagian besar adalah sepeda motor dengan merek Yamaha. Dia mengatakan merek tersebut harganya sedang tinggi di pasaran. Dan, dia menduga ada pesanan besar atas merek tersebut sehingga kawanan spesialis curanmor pun dikerahkan untuk memenuhi pesanan besar tersebut.

Sepertinya tambah kecil kemungkinan untuk mendapatkan kembali sepeda motor myman itu. Sekarang tinggal berdoa bisa mendapatkan gantinya yang lebih bagus. Amin.®

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s