Tumpuklah Hingga Jadi Gunung


Ternyata sumpah di Pengadilan tidak begitu berarti. Banyak orang bersaksi dan disumpah dengan mudah mengatakan “lupa” dan “tidak tahu”. Mereka pun seolah lupa bahwa sumpah itu berat konsekuensinya.

Aku masih ingat film yang judulnya aku lupa (*untung tidak disumpah, he he!), dengan Rano Karno dan Yessy Gusman sebagai pemeran utamanya. Di film itu diceritakan Yessy Gusman hamil. Rano Karno dituduh sebagai orang yang menghamili Yessy karena Rano adalah kekasih Yessy. Rano maupun Yessy membantah tuduhan itu.

Masyarakat kampung itu tidak terima -karena dihasut- mereka menuntut Rano dan Yessy mengakui perbuatan zina mereka. Keduanya nekad melaksanakan ritual sumpah pocong untuk membuktikan bahwa mereka memang tidak melakukan perbuatan maksiat itu. Dalam sumpah pocong itu mereka bersedia menerima konsekuensinya jika mereka berbohong. Ternyata sumpah pocong pun tidak bisa membuktikan kenyataan bahwa mereka tidak melakukan perbuatan haram itu. Perut Yessy semakin membuncit dan Rano malah buang air kecil darah. Masyarakat semakin percaya bahwa keduanya memang telah berzina.

Padahal sebenarnya, keduanya telah disantet oleh lelaki yang menyukai Yessy. Saat pertunangan Yessy dan Rano, lelaki itulah yang menyediakan cincin yang telah dimantrai oleh dukun. Di akhir film, lelaki itu pun menemui ajal karena perbuatannya itu. Dia tetap tidak bisa mendapatkan cinta Yessy karena cinta tak dapat dipaksa.

Lalu, yang terjadi di Pengadilan, dengan mudah mereka bersaksi dengan hujan kata “lupa” dan “tidak tahu”. Padahal keterangan yang diminta itu bukanlah kejadian dalam kurun waktu 10 tahun ke atas. Mereka yang ditanyai pun bukan orang berpendidikan rendah. Mereka adalah pejabat yang dimintai kesaksian sesuai jabatan dan kewenangannya. Jadi, mustahil jika mereka lupa dan tidak tahu.

Buatku, para pejabat yang dimintai kesaksian itu tidak berdasar mengatakan “lupa” dan “tidak tahu”. Mereka punya catatan harian dan asisten pribadi yang bisa mencatatkan berbagai kegiatan yang dia hadiri. Dalam rapat pasti ada notulen. Kegiatan tanpa asisten yang juga penting buat para pejabat itu tidak mungkin lupa, karena itu “penting”.

Kemudian, kenapa mereka berkata “lupa” dan “tidak tahu”?

Pertama, mereka sengaja lupa karena mereka tahu konsekuensinya dia akan terseret masuk ke pusaran yang mungkin saja membuat dia meringkuk di penjara. Dia (para saksi) tahu itu. Perbuatan para pejabat yang terkait anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD), pastinya tidak dilakukan oleh satu orang. Ada serangkaian surat yang harus ditandatangani oleh para pejabat, dan kecil kemungkinannya kalau lolos dari adanya penyimpangan.

Kedua, mereka dibuat lupa. Seperti dalam perbuatan sebelumnya, bersama-sama mereka mengaku lupa. Mereka sadar bahwa mereka bisa terseret. Mereka berusaha mengelabui memorinya agar tidak ingat sementara hatinya berdegup kencang karena hati nuraninya tak mampu berdusta.

Ketiga, mereka dipaksa tidak tahu padahal setumpuk berkas yang menunjukkan keterlibatan mereka disodorkan. Gelar dan jabatan yang melekat seketika dianggap tidak pantas mereka sandang karena mereka tidak tahu apa peran mereka sesuai jabatan dan kewenangannya.

Tapi, mereka juga lupa bahwa Tuhan punya kuasa. Tanpa sengaja, lidah mereka tidak mengikuti perintah dan mengucapkan sesuatu yang seharusnya tidak diucapkan. Kalimat yang keluar itu kemudian dikejar oleh pemeriksa sehingga para pejabat yang bersaksi itu tidak lagi bisa mungkir.

Kalian bisa menumpuk kebohongan kalian hingga setinggi gunung. Demi keselamatan dirinya. Demi keselamatan atasannya. Tapi, bukan demi Tuhan. Jangan lupa Tuhan tidak tidur. Dia melihat, Dia menunggu, hingga waktunya tepat. Kebenaran itu hanya satu.03

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s