Selingkuh, Penyakit Kambuhan?


Beberapa hari yang lalu aku baru membaca status seorang kawan di facebook. Isinya agak menyedihkan pacarnya berselingkuh dan meninggalkannya untuk menikahi wanita lain. Dalam komentar-komentarnya, dikatakan pula kejadian serupa banyak terjadi sekarang ini. Apa memang berselingkuh itu sedang trend?

Aku googling untuk temukan jawaban itu. Hmmm…ada jawaban yang aku pikir sedikit banyak rasional tentang hal itu. Seorang psikolog dr. Gary Neuman mengadakan survei terhadap 200 suami yang selingkuh dan suami yang setia. Hasilnya dituangkan dalam bukunya, The Truth About Cheating.

Dari penelitian itu ditemukan beberapa jawaban di antaranya:

48 persen KECEWA; mayoritas yang disurvei mengaku mereka merasa secara emosi kecewa pada pasangan. Rasa marah yang dipendam atau kumpulan saling menyalahkan satu sama lain akan menyebabkan rasa stress dan kecewa. Sayangnya kaum pria kurang mahir mengungkapkan perasaannya sehingga istri seringkali tak sadar suaminya sedang butuh perhatian. Mencurahkan perhatian pada pekerjaan atau menjalin hubungan dengan orang lain sering dipilih oleh pria untuk mengalihkan perasaan kecewanya.

66 persen MERASA BERSALAH; Semua pria yang tidak setia adalah pria hidung belang? Faktanya 68 responden mengaku tak pernah punya niat untuk tidak setia. Dan, mayoritas responden berharap mereka tak pernah memulainya. Tapi, pria adalah makhluk yang pandai mengatur perasaannya. Mereka bisa menahan emosi dan mengaturnya. Jadi, bila pasangan anda bersumpah akan setia, jangan percaya 100 %.

77 persen PUNYA TEMAN YANG JUGA SELINGKUH; berteman dengan seorang yang selingkuh akan membuat perselingkuhan terlihat sebagai hal yang wajar.

40 persen SELINGKUH DENGAN TEMAN KERJA; mereka jatuh hati dengan kolega wanita di kantor klien. Pria mudah terpikat pada wanita yang penuh perhatian dan bisa dijadikan tempat curhat, terlebih bila hubungan dan komunikasi dengan istri sedang renggang.

12 persen yang SELINGKUH DENGAN WANITA CANTIK; sikap tidak setia seorang pria pertama-tama bukan karena penampilan fisik. Pada banyak kasus alasan pria selingkuh adalah untuk memenuhi kebutuhan emosionalnya. Bila sudah merasa “klik” dan nyaman dengan seorang wanita, seks dengan mudah akan mengikut.

Buatku perselingkuhan itu tidak mencakup pada masalah suami dan istri, pacar, pekerjaan, juga masalah politik. Bagi para peselingkuh itu, sekali berselingkuh dan tidak ketahuan maka akan jadi sebuah candu. Ketahuan pun mereka akan tetap mencari celah untuk berselingkuh. Alasan suami, istri, pacar, dan politikus berselingkuh juga sama. Ada 8 alasan mereka berselingkuh di antaranya:

BOSAN; inilah alasan yang paling umum terjadi. Mungkin saling mencintai, tapi ketika hubungan menjadi rutin dan tidak ada lagi sesuatu yang ingin diketahui darinya, mereka mulai merindukan percikan-percikan kecil yang dirasakan saat berhubungan dengan seseorang. Dan ketika bertemu dengan seseorang yang mampu memberikan perasaan tersebut untuk dia, maka perselingkuhan itu terjadi.

KETERGANTUNGAN; pada awalnya selingkuh seolah memperlihatkan kebebasan. Hal itu dapat diterjemahkan sebagai melakukan apa yang dua-duanya mau. Namun, selingkuh sebenarnya justru menunjukkan ketergantungan. Seorang peselingkuh merasa tergantung karena mereka tidak cukup berani untuk memutuskan hubungan dengan pasangannya untuk memilih bersama yang baru itu.

BIMBANG; Kadang-kadang hidup atau situasi tertentu bisa membuat bingung. Pada saat itulah bisa membuat kesalahan.

KARENA ANDA MEMBIARKANNYA; kita mungkin tahu dia berselingkuh, tetapi bersikap seolah tidak tahu karena tidak ingin bertengkar dengannya. Kemudian, anda selalu memaafkan saat ia mengaku telah berselingkuh. Jika hall itu terjadi berulang kali, si dia justru akan kehilangan respek untuk anda, dan akan meneruskan kebiasaannya itu. Ia tahu anda akan selalu menerimanya.

MENCARI KETENANGAN; jika si dia memperlakukan anda dengan buruk, sebenarnya anda mungkin ingin menjauhkan diri darinya. Namun, kadangkala tidak mudah melakukannya, terutama jika anda telah memiliki anak. Jika anda merasa terjebak dalam hubungan yang buruk, wajar jika anda ingin berlari ke dalam rengkuhan seseorang yang mampu memperlakukan anda dengan lebih baik.

BALAS DENDAM; ini alasan yang sederhana, tetapi bodoh. Karena ia selingkuh, anda pun selingkuh, supaya ia tahu bagaimanan rasanya jika pasangannya menjalin hubungan dengan pria lain. Cara itu juga anda lakukan untuk mendapatkannya kembali.

BUTUH PENGAKUAN KEMBALI; ketika anda sudah menjalani hubungan begitu lama, pasangan mungkin sudah menganggap anda tidak istimewa. Saat itu anda ingin tahu apakah anda cukup menarik untuk memikat perhatian orang lain.

SENSASIONAL; beberapa orang hanya menikmati sensasinya seperti menelfon diam-diam, ketemua diam-diam. Hal itu memberikan sensasi bagi mereka.

Advertisements

One thought on “Selingkuh, Penyakit Kambuhan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s