30 Minutes Not Too Lates


Buat orang yang susah kenyang gampang lapar seperti aku, persediaan makanan harus selalu ada. Tapi, itu pun makanan ringan yang siap santap. Soalnya, kalau ingin yang agak berat, harus dimasak lebih dahulu. Nahasnya, kebanyakan kamar kost tidak memperbolehkan penghuninya untuk beraktivitas masak memasak. Jadi kalau lapar, paling paten: rebus mie instan pakai air panas dari dispenser.

Kalau badan lagi niat jalan, pasti dipaksain keluar cari makan yang “agak bener”. Yang jadi masalah, kalau lagi lapar tapi badan enggak mau diajak kompromi untuk jalan. Toh, badan ini terlalu lemas karena belum makan. Bisa-bisa pingsan di jalan!

Solusinya: delivery service. Untungnya yang namanya pelayanan seperti itu sudah merambah hingga ke daerah yang non-metropolitan. Tapi, jangan harap mereka mau mengantar ke desa yang alamatnya tidak ada nama jalannya. Makanan bisa dingin di jalan tuh. Meskipun sejumlah warung wara laba makanan ada hingga kabupaten-kabupaten tapi mereka hanya melayani wilayah yang mudah dijangkau dalam area 30 menit. Selain itu mereka tidak buka pelayanan 24 jam.

Nah kali ini, aku pengen membahas pelayanan mereka ketika memesan makanan via telfon. Ada yang tampak terbiasa menerima pesanan, ada pula yang kikuk. Belum lagi kalau suara ditelfon terputus-putus, semakin tidak jelas apa yang ditawarkan.

Di Bandung, paling rajin aku pesan makanan menggunakan delivery service itu ke Nasi Goreng Sumber Sari dan Mc Donald. Hampir setiap malam aku pesan ke nasi goreng Sumber Sari. Selain harganya relatif murah, pengirimannya pun cepat. Aku baru memesan Mc Donald di hari Sabtu dan Minggu, ketika masuk kantor dan di depan kantor tukang bakso Kiwil, tidak berjualan. Memesan pada kedua tempat itu tidak ribet. Tinggal bilang, “nasi goreng pedas,satu”, atau “panas (paket nasi) dua”.

Di Bekasi, rasanya tidak pernah pesan pakai delivery service. Pasalnya, jarak dari tempat tinggal ke pusat perbelanjaan cukup lima menit jalan kaki. Selain itu, jarak ke pusat jajanan, bisa pakai angkutan umum, bayar seribu rupiah. Dan, biasanya aku membeli makanan cukup hingga malam sepulang mengirim berita di warung internet Ruko Sentra Niaga. Makanan yang ku beli tidak jauh dari soto ayam atau pecel lele. Kalau pengen agak “gaya”, ya, tinggal jalan ke Bekasi Cyber Park, Mall Metropolitan, atau Mega Bekasi Mall.

Tapi di Karawang, yang namanya kontrakan dengan pusat jajanan sulit didapat. Kontrakan di lokasi tersebut biasanya penuh. Kalau kosong, spesifikasinya tidak sesuai dengan yang ku cari. Jadi mau tidak mau ketika situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan, delivery service satu-satunya solusi daripada merebus mie instan.

Aku lebih sering pakai delivery service Pizza Hut. Awalnya aku harus mencari nomor telfonnya dulu, karena Pizza Hut tidak memiliki nomor seragam seperti Mc Donald. Ketika memesan di Pizza Hut, penerima order akan menanyakan identitas, alamat, dan nomor telefon yang disimpan dalam data base mereka. Jadi ketika memesan kembali, mereka tidak perlu mendata ulang. Mereka akan menghemat waktu menerima telefon, apabila kita memesan jenis makanan yang sudah kita tahu. Jangan sampai bertanya, “Ada makanan apa saja.” Cape dweh!!!

Baru saja, pertama kali aku memesan Kentucky Fried Chicken (KFC) Karawang. Kebetulan ada nomor telfon 14022. Tapi, saat dihubungi ternyata itu nomor KFC Bandung. Aku akhirnya mengerti sistem kerja mereka meski agak ribet. Jadi, telfon yang masuk ditampung lalu dikirimkan ke KFC daerah pemesan. KFC daerah pemesan kembali menghubungi pemesan untuk mengkonfirmasi pesanan. Hanya aku agak terganggu dengan sisipan tawaran di tengah-tengah telfon. Mereka menawarkan produk mereka selain masalah, tapi kita cukup jawab “tidak” agar mereka mengakhirinya. Di akhir telfon mereka meminta kita menunggu selama 30 menit. Oh ya, mereka juga mengingatkan kalau makanan yang dipesan itu tidak terlalu panas karena waktu perjalanan.

Kendati demikian, pelayanannya cukup prima. Si pengantar makanan malah meminta maaf karena agak terlambat mengirim. Tambah prima karena pengirimnya itu ganteng, ha ha !

Advertisements

2 thoughts on “30 Minutes Not Too Lates

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s