Jaringan Nuklir Prancis


Banyak negara takut akan potensi bahaya tenaga nuklir. Namun, bahaya itu termasuk penyebaran sampah radioaktif dan momok kebocoran reactor nuklir, tidak membuat Prancis takut. Sejak embargo pasokan minyak pada 1970-an, Prancis membangun jaringan reactor yang kini memeroduksi hampir empat per lima pasokan listrik negeri tersebut (walau hanya dua per lima dari kebutuhan energi totalnya).

Apa alasannya?

Pertama, kebutuhan Prancis “tidak memiliki minyak bumi, batu bara, dan pilihan”, begitu slogan yang didengungkan. Kedua, banyak pemimpin politik Prancis awalnya adalah ilmuwan. Ketiga, strategi pasokan energi Prancis selalu di bawah kendali pemerintah. Sistem ini memberi kemerdekaan dalam pengelolaan energy. Namun menurut para pengeritik, konsekuensinya terlalu besar. “Proses pengambilan keputusan di Prancis lebih menyerupai Soviet daripada demokrasi,” kata Frederic Marillier, ahli nuklir Greenpeace Prancis. “Pemerintah menjelaskan kebutuhan energi nuklir, tetapi menghindari perdebatan tentang risikonya.”

Peringkat tenaga listrik dari Pembangkit Tenaga Nuklir (per Oktober 2008)

  1. 77 % di Prancis; memiliki 59 reaktor nuklir di 20 lokasi. Reaktor pertama beroperasi pada tahun 1974 dan yang terbaru pada tahun 2000.
  2. 35 % di Korea Selatan yang memiliki 20 reaktor;
  3. 28 % di Jepang yang memiliki 55 reaktor;
  4. 19 % di Amerika Serikat yang memiliki 104 reaktor;
  5. 16 % di Rusia yang memiliki 31 reaktor;
  6. 15 % di Inggris yang memiliki 19 reaktor;
  7. 3 % di India yang memiliki 17 reaktor; dan
  8. 2 % di Cina yang memiliki 11 reaktor

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s