Nikah Siri: Penjara Penuh dengan Pejabat dong!


Hampir di semua tayangan televisi ramai membicarakan tentang nikah siri. Jadi pengen ikutan nih, tapi aku tidak akan membahas tentang polemiknya. Cape deh!

Dari beberapa pernyataan yang dikatakan oleh sang pakar yang beranggapan nikah siri itu hanya akan menelantarkan istri dan anak, maka pantaslah pelakunya dipidanakan. Mereka adalah mempelai pelaku nikah siri dan penghulunya. Kalau meniliki dari tataran hukum pidan, mungkin tidak hanya ketiga orang itu yang dipidanakan. Orang tua mempelai pun bisa termasuk. Wah, betapa ramainya penjara nantinya kalau pelaku nikah siri dipidanakan.

Tahu tidak, pelaku nikah siri itu kebanyakan pejabat pemerintah dan aparat penegak hukum. Mereka diikat dengan aturan yang melarang memiliki istri lebih dari satu, kecuali istri tua mengizinkannya. Produk hukum undang-undang perkawinan itu muncul karena konon keresahan Ibu Tien, jika Pak Harto memiliki istri lebih dari satu seperti yang dilakukan Bung Karno. Sehingga, tidaklah mustahil jika polemik pemidanaan nikah siri itu juga ada andil Ibu Ani Yudhoyono. Who knows…

Aku hanya ingin memberikan sebuah cerita yang pernah dibagi seorang teman tentang nikah siri. Nikah siri yang aku temukan itu dilakukan oleh pegawai yang memang dilarang beristri lebih dari satu. Kalau dilakukan, bisa-bisa mereka diberhentikan. Dalam perkara nikah siri demikian si wanita memahami benar konsekuensinya.

Sebut saja namanya Julia. Dia dinikahi oleh seorang polisi yang merupakan pacar pertamanya saat SMP. Si polisi ini telah beristri. Julia mau dinikahi si polisi dengan modal cinta. Uniknya, dalam cerita Julia, tak ada kisah dia ditelantarkan. Karena tak ingin diketahui istri yang dinikahi secara hukum, sang polisi mengunjungi Julia dengan cara membohongi istri tuanya dengan alasan dinas.

Ada pula seorang kepala dinas yang menikahi siri pegawai negeri lainnya. Di kalangan pegawai di tempat itu sudah menjadi rahasia umum pernikahan siri mereka itu, meskipun si wanita tidak pernah mengakuinya. Aku tak sengaja menemukan sang kadis menjemputnya bada Magrib. Entah bodoh atau teledor, sang kadis menjemputnya terang-terangan itu (karena beranggapan semua pegawai telah pulang) menggunakan mobil dinasnya. Haha!

Nah, kalau mereka ini dipenjara karena nikah siri, wow, terbayang sesaknya penjara. Kalau sebelumnya, pegawai negeri sipil (Kepala daerah dan pejabat) menempati penjara karena terbelit kasus korupsi, kini bertambah mungkin dua kali lipatnya karena nikah siri. Disebutkan pejabat-pejabat di atas sana, bahwa kapasitas negara itu sudah berlebih sehingga untuk kasus yang tidak perlu ditahan, sebaiknya jangan ditahan. Lalu, kok sekarang nikah siri (yang dikategorikan urusan pribadi) turut dipidanakan.

Menurutku wanita Indonesia itu tidak bodoh, jadi ketika mereka dinikahi secara siri, mereka sadar akibatnya. Orientasi mereka adalah untuk mensahkan pernikahannya walaupun bukan secara hukum karena alasan tertentu. Berbeda dengan kawin kontrak yang orientasinya uang. Nah, kalau pemerintah memang ingin mempidanakan mereka, pidanakan saja pelaku kawin kontrak. Tidak perlu undang-undang baru untuk mempidanakannya. Tapi untuk nikah siri, tak usahlah pakai dalil agar wanita dan anak tidak ditelantarkan. Lebih baik siapkan perangkat yang menjadikan jelas status mereka di depan hukum. Penjara sudah sesak Sist, jadi tak usah maen jeblosin gitu aja!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s