Celana Ketat dan Penyakit Kelamin


*Majalah TEMPO edisi 15-21 Februari 2010

Celana ketat, selain menimbulkan penyakit saraf tepi atau parestesia, bisa mengakibatkan penyakit kulit dan kelamin. Siti Aisah, 30 tahun, aktivis lembaga swadaya masyarakat di Bandung, adalah salah satu korbannya. Celana jins model pensil yang gemar dipakainya sejak 2007 itu menimbulkan jamur di daerah kemaluannya. Ia mengaku suka memakai jeans ketat karena mengikuti tren dan agar terlihat langsing. Pakaian informal itu selalu dipakainya manakala berjalan-jalan, karena gampang dipakai walau membuatnya sesak.

Akhirnya masalah itu teratasi setelah seminggu pengobatan dengan cara memasukkan kapsul ke vaginanya. Dokter melarang sarjana sastra yang lulus empat tahun silam itu memakai lagi celana ketat dan menyarankan menggantinya dengan rok atau celana panjang longgar berbahan katun.

Menurut dokter spesialis kulit dan kelamin yang menjadi langganannya di Bandung, semua jenis pakaian ketat, baik yang dipakai sebatas pinggul maupun di atas pinggul, berpotensi menimbulkan gangguan kulit. Sebab, jamur berkembang biak dengan subur di tempat-tempat yang lembap.

Pasien korban jamur yang berobat ke klinik kulit dan kelamin Rumah Sakit Hasan Sadikin juga meningkat 35 persen.Usia mereka 15-45 tahun. Idealnya, di negara tropis seperti Indonesia, pakaian ketat atau terlalu tebal memang harus dihindari. Kulit menjadi kekurangan ruang bernapas, padahal cairan yang keluar dari tubuh cukup banyak. Akibatnya, permukaan kulit menjadi lembap. Jika tak diimbangi busana yang tepat, jamur akan lebih mudah berbiak.

Jenis jamur yang banyak ditemukan adalah panu (bercak putih, cokelat, atau kemerahan), jamur kurap dengan bintik menonjol gatak, serta jamur kandida yang basah dan gatal. Gejala tersebut biasa muncul bila terjadi gesekan antara kulit dan benda yang sedang dikenakan di tubuh. Benda yang berpotensi gesek tinggi, selain pakaian dari bahan kasar, adalah perhiasan,  jam tangan, atau ikat pinggang.

Celana ketat berpengaruh pada kondisi kulit di sela-sela paha. Awalnya mungkin cuma radang ringan. Tapi, kalau prosesnya berlangsung lama, bisa timbul bercak hitam di pangkal paha.®

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s