Kue, Bunga, dan Tamasya


*Majalah TEMPO edisi 15-21 Februari 2010

Kisah asmara itu terjadi di atas panggung drama Bank Century. Sang pemeran utama adalah Lila Komaladewi Gondokusumo, 46 tahun. Ia cantik, ramah, dan pintar. Ia pemegang gelar master manajemen sistem informasi dari Institut Teknologi Florida, AS. Kepiawaiannya memasarkan produk Bank Century membuat Boedi Sampoerna, bekas presiden komisaris produsen rokok besar PT Handjaya Mandala Sampoerna, bertekuk lutut; hampir Rp 1,8 triliun uang miliknya mengendap di Century. Sebagian terselamatkan, sebagian lainnya raib. “Bujuk rayunya pintar,” kata Boedi, 76 tahun.

Sri Gayatri, nasabah Century lainnya, dalam persidangan kasus Antaboga Delta Sekuritas tahun lalu, membeberkan hubungan special Lila-Boedi. “Dia istrinya Boedi Sampoerna,” kata Gayatri. Perempuan penguasa tembakau dan sejumlah pertanian ini memindahkan Rp 2,7 miliar miliknya enam tahun lalu dari Bank Panin ke Century karena Lila menyebutkan nama Boedi.

Sejumlah pengusaha Tionghoa Surabaya kepada Tempo meragukan cerita Boedi sudah memperistri Lila. Menurut mereka, keduanya hanya punya “hubungan khusus”—sesuatu yang dijalin sejak sembilan tahun lalu.

Lila semula adalah Kepala Kantor Bank Century Wilayah Surabaya dan Bali. Karena prestasinya menggaet nasabah, pada 2007 ia dipromosikan menjadi Direktur Marketing Bank Century—posisi yang tetap ia pegang hingga Lembaga Penjamin Simpanan mengambil alih Century pada November 2008. Belakangan, oleh manajemen baru Bank Century, posisinya dilorot lagi menjadi Kepala Kantor Wilayah Surabaya dan Bali. Baru tiga hari ia turun pangkat, polisi menyeretnya ke tahanan karena tudingan penipuan.

Kini delapan bulan sudah perempuan kelahiran Surabaya ini mendekam dalam sel rumah tahanan kelas I Medaeng, Sidoarjo. Pengadilan Negeri Surabaya menghukum Lila 18 bulan penjara karena melakukan penipuan secara bersama-sama melalui reksa dana Antaboga –unit usaha Bank Century. Senin dua pekan lalu, Pengadilan Tinggi Jawa Timur menambah hukuman untuk Lila menjadi lima tahun. Alasan hakim, selain menipu, Lila melakukan pencucian uang.

Sebelum dekat dengan Boedi, Lila “akrab” dengan seorang direktur di perusahaan Sampoerna. Saat itu, sekitar 1996, Lila masih bekerja di Bank Pikko Surabaya. Pikko adalah Bank yang pada 2004 bergabung dengan Bank CIC dan Bank Danpac menjadi Bank Century. Menurut beberapa pengusaha Tionghoa di Surabaya, karena “keakraban” itu Lila bercerai dengan suaminya. Anak tunggal mereka kini sekolah di Amerika.

Lila mulai jadi omongan pada Februari 2009. Saat itu Komisi Keuangan Dewan Perwakilan Rakyat menggelar rapat bersama Bank Indonesia, Menteri Keuangan, dan kepolisian, membahas kasus Bank Century dan Antaboga. Kepala Badan Reserse Kriminal Polri saat itu, Inspektur Jenderal Susno Duadji, menyebut ada uang macet hampir Rp 1 triliun milik seorang nasabah Antaboga. Saat itu Susno masih menyembunyikan nama Boedi Sampoerna, sang triliuner. Kata Susno, nasabah itu tidak mempersoalkan duitnya yang raib asal Lila tak dipersoalkan polisi.

Kepada Tempo, Senin pekan lalu, Susno bercerita bahwa sehari setelah polisi menangkap Lila, Boedi mendatangi Markas Besar Kepolisian di Jalan Trunojoyo, Jakarta. Kepada Susno, Boedi meminta Lila tak ditahan. Untuk itu ia bersedia menjaminkan dirinya.

Boedi juga berang karena polisi melarang Lila memakai telefon seluler di tahanan. Dalam pertemuan 10 menit itu Boedi ditemani anaknya, Sunarjo Sampoerna. Tapi Boedi melarang Sunarjo ikut masuk ruangan Susno Duadji. “Iku lo kok ono’anak gak percoyo ambek bapake (itu anak kok tidak percaya sama bapaknya).” kata Boedi seperti ditirukan Susno. Setelah anak dan bapak itu pulang, Susno meminta anak buahnya mendatangkan Lila. “Dalam hati saya bilang, ‘Oh, ini to yang bikin Pak Boedi mabuk kepayang,” kata Susno.

Boedi menampik cerita ini. Ia bahkan menyangkal mengenai Susno. “Mungkin dia salah orang, Boedi yang lain,” katanya. Boedi tidak membantah kedekatannya dengan Lila. Ia menyatakan Lila sebagai pribadi yang menarik yang kerap membawakannya bunga atau kue.

Korban Lila lainnya adalah George Freddy. Direktur Utama PT Balai Lelang Surabaya ini bercerita bahwa ia pernah diajak Lila jalan-jalan ke Hong Kong pada 2005. Lila melakukan itu agar George bersedia memindahkan Rp 28 miliar uangnya dari Bank Panin ke Bank Century. Terbuai oleh indahnya “tamasya” Hong Kong, George bertekuk lutut. Uang miliknya dipecah dua: Rp 20 miliar ke rekening Century dan Rp 8 miliar ke Antaboga.

Kepada Sri Gayatri, Lila memainkan jurus lain: pendekatan kekeluargaan. Ia, misalnya, kerap berkunjung ke rumah Gayatri di kawasan Kertajaya, Surabaya. Sebaliknya, Lila juga tak segan mengundang Gayatri menginap di apartemen miliknya di Belagio, Jakarta.

Menurut Gayatri, Lila juga menawarkan paket deposito Century berbunga tinggi. Ketika bank lain menawarkan bunga 9 persen, ia memberi bunga 12 persen. Selain itu, deposito Century bisa dicairkan kapan pun. “Pelayanan Century juga bagus,” kata Edo Abdurahman, Ketua Asosiasi Petani Tembakau Madura, nasabah Century lainnya, Boedi Sampoerna cukup mengangkat telefon untuk mengambil uang kapan pun ia mau. Pegawai Centurylah yang datang ke rumah untuk menyetorkan blangko yang mesti diteken.

Sayang, Lila tidak bersedia ditemui untuk dimintai konfirmasi. Melalui pengacaranya, Amos Taka, ia menyatakan stress dalam penjara. Lila kini aktif dalam kegiatan gereja. Ia juga mengeluhkan selnya yang banyak kecoa.

Soal kasusnya, Lila merasa dikorbankan Robert Tantular. “Semua yang dilakukannya atas perintah Robert,” kata Amos. Soal kisah pribadi Lila, Amos mengaku tak tahu. “Bu Lila tak pernah cerita masalah pribadinya kepada saya.”®

Advertisements

2 thoughts on “Kue, Bunga, dan Tamasya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s