Wartawan Semi Olah Raga


Aku mulai menikmati liputan sepak bola. Beberapa hari jelang pertandingan, dengan niat, ku baca profil klub yang akan bertanding. Tampak terlalu niat, he he! Memang harus begitu, sih.

Awalnya, kalimat “liput olah raga, ya!”, menjadi hal yang menakutkan. Aku tidak terlalu faham aturan-aturan dalam olah raga. Aku tidak suka olah raga. Masih ingat betapa ogahnya ketika ditugaskan meliput Soft ball, Basket, Volley, dan sepak bola. Padahal saat itu, awal-awal Stadion Si Jalak Harupat dioperasikan.

Tapi, semua ketakutan itu harus ditaklukkan ketika ditugaskan di Bekasi. Tidak ada spesialisasi. Apa pun itu, pemerintahan, kriminal, politik, atau pun olah raga, dilibas juga.

Tugas pertama dan sekali-kalinya adalah meliput Persipasi jelang kompetisi Divisi Satu. Hasilnya, buatku kurang memuaskan. Aku tidak bisa keluar dari kerangka bahasa baku membuat berita, padahal bahasa olah raga itu lebih luwes. Pokoknya hancur! Mentok!

Baru di Karawang, niat membuat tulisan yang “agak” olah raga tumbuh. Tips pertama, setiap jelang pertandingan kandang Pelita Jaya, dikuatkan hati membaca hasil pertandingan sebelumnya beserta lawannya. Rasanya ibarat memaksakan memakan obat yang sangat dibenci.

Niat tidak cukup karena aku kurang faham aturan permainan. Tips kedua, cari orang yang faham aturan main dan duduk di sebelahnya. Minimal dia tahu apa yang terjadi dan luput dari penglihatanku. Soalnya aku “anti” memotret di lapangan. Semua karena faktor “TB”, Tinggi Badan.

Tips ketiga, ambil beberapa gambar yang bagus, maksimal sepuluh dan berdoa ada momen yang menarik seperti pertandingan akhir musim kesatu, ada kerusuhan dalam laga Pelita Jaya Vs. Persitara. Sisanya, konsen isi tulisan. Oh ya, persenjatai diri dengan lensa tele.

Tips keempat, siapkan jam atau ponsel yang ada stopwatch-nya. Kebayang ribetnya menulis waktu-waktu penting dalam pertandingan. Terakhir, aku set jam menjadi 00.00 agar sesuai dengan peluit wasit.

Tips selanjutnya, pintar-pintarlah menyelinap di antara penonton karena akan sangat sulit keluar dari himpitan, sementara konferensi pers hasil pertandingan berlangsung begitu cepat. Terakhir, harus dari awal disiapkan kerangka tulisan karena deadline semakin sempit.*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s