Mulanya Hanya Dua Tenda di Atas Bukit


Bagian Satu

WILAYAH Ariel berambisi untuk menjadi suatu kota besar dan sesumbar sudah dihuni 19.000 orang, memiliki satu kampus, satu kompleks olah raga senilai 10 juta dolar, dan empat lajur jalan bebas hambatan menuju ke sana. Masalahnya, Ariel adalah suatu permukiman di Tepi Barat dan posisi geografisnya menjadi bayangan gelap bagi harapan Palestina untuk membangun negara sendiri.

Ron Nachman, pendiri sekaligus Wali Kota Ariel, mengatakan, Ariel mulai dibangun dengan hanya dua tenda di atas bukit pada 32 tahun yang lalu dan itu adalah fakta yang tidak bisa diubah. Untuk menegaskan kembali janji dan klaim pertumbuhan pada masa depan, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, baru-baru ini menanam sebatang pohon di Ariel. Sementara rekan koalisinya, Menteri Pertahanan Ehud Barak, membangun jalan menuju lembaga pendidikan tersebut menjadi universitas penuh. Akan tetapi jika Ariel diam, akan menyebabkan lubang raksasa yang besar bagi masa depan negara Palestina atau mungkin bisa mencegah berdirinya negara Palestina sepenuhnya.

Ketika Amerika mendorong digelarnya pembicaraan damai baru antara Palestina-Israel, rencana Israel –dengan dimotivasi oleh evangelis Kristen di AS- terhadap Ariel memperdalam ketidakpercayaan orang Palestina. Bahkan beberapa orang Israel, termasuk mantan juru runding perdamaian, memperingatkan bahwa suatu kesepakatan terpisah tidak mungkin diambil jika Israel mempertahankan Ariel.

Dari empat blok permukiman utama yang diharapkan Israel dipertahankan dalam perundingan damai dengan Palestina, tiga di antaranya terletak di dekat perbatasan. Sementara Ariel berada justru tepat di dalam teritorial di mana Palestina akan mendirikan negaranya. ”Tidak ada kelayakan bagi suatu negara Palestina jika Israel tetap mempertahankan Ariel,” ucap juru runding Palestina Saeb Erekat.

Jarak 20 kilometer mungkin tidak jauh, tetapi menjadi hal penting dalam perdebatan terkait teritorial. Ariel terletak di pertengahan jalan menuju Tepi Barat, sedangkan jarak kawasan padat penduduk Israel ke sebelah barat juga hanya 20 kilometer. Dan Ariel tidak sendirian. Ada 30.000 penduduk di permukiman satelit lainnya, 10 persen dari populasi Yahudi di Tepi Barat.

Nachman menolak gagasan kenegaraan Palestina, dan menyebutnya sebagai suatu ancaman keamanan. Nachman juga tidak percaya kalau pemerintah Israel dapat membongkar kotanya. Meskipun dia menyesalkan pembekuan permukiman oleh Netanyahu, ia bermimpi penduduk Ariel meningkat tiga kali lipat menjadi 60.000 orang dalam satu generasi. (Ari Nursanti/”PR”, dari Associated Press)***

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s