10 Juta Dollar, Bisa Buat Nasabah Century


Masalah Century seakan-akan selesai ketika DPR mengetuk palu berakhirnya Rapat Paripurna Hak Angket Century. Bola panas pun dilempar ke ranah hukum, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Komisi ini pun lantas menyambut bola dengan penuh kehati-hatian. Itu bedanya politik dengan hukum.

Namun, beberapa pihak menganggap kerja KPK lamban dalam menangani Century. KPK pun kembali digoyang laksana awal komisi mencolek kasus Century era Antasari Azhar. Plt Ketua komisi Tumpak diminta segera mundur, dugaan markus terhadap anak pimpinan KPK Bibit Samad Rianto, Yudi Prianto. Cara lama dan sama hendak diulang.

Serasa dejavu, di awal kemelut Century di KPK, Polri menuai pujian. Densus 88 mampu membasmi Dulmatin sang jenius perakit bom. It’s seem an old same stories.

Dalam keterangan pers-nya, Polri bilang telah mengintai Dulmatin di Pamulang, Tangerang sejak awal Februari 2010. Bahkan sudah tahu Dulmatin sering bolak balik Indonesia-Filipina sejak 2007. Lalu, kenapa penangkapan sekaligus pembasmian Dulmatin baru dilakukan pada likur pertama Maret ini?

Kalau dilihat kehebatan negara kita membuat skenario “pengalihan isu”, penangkapan itu upaya pengembalian citra polisi akibat kasus HMI Makasar yang sempat menenggelamkan isu penyelesaian Century dari DPR ke KPK. Yang kedua, penangkapan itu berbarengan dengan kunjungan presiden ke Australia, yang warga negara dengan jumlah yang terbilang besar menjadi korban Bom Bali I dan II. Berita yang diselipkan presiden dalam pidato di hadapan parlemen Australia setidaknya bisa memperbaiki hubungan Australia-Indonesia yang pasang surut. Indonesia bisa dinilai serius membasmi teroris seperti permintaan Australia.

Nah yang terakhir, kerja Densus 88 itu seperti berkaitan dengan kedatangan Presiden Amerika Serikat Barrack Obama ke Indonesia beberapa hari ke depan. Indonesia, sepertinya, ingin membuktikan bahwa ia mampu bekerja lebih baik kepada “pemberi utang” sebagai jaminan tidak akan mandek mengangsur karena alasan tidak ada investor setelah Indonesia dianggap tak aman. Lalu, apa kerja membasmi teroris itu akan dapat hadiah dari AS, mengingat AS sempat tawarkan 10 juta dollar atas Dulmatin?

Kompas.com melansir pemerintah Amerika Serikat belum memastikan apakah akan memberikan hadiah 10 juta dollar AS kepada Polri yang berhasil menembak mati teroris Dulmatin. Hal tersebut disampaikan Duta Besar AS untuk Indonesia Cameron Hume seusai memberikan kuliah umum bertajuk ”Democracy and Pluralism: Lesson Learn From The United States of America” di Universitas Atma Jaya, Kamis (11/3/2010).

”Memang ada hadiah yang dijanjikan. Saya tidak tahu apakah ini bisa diberikan di kasus ini. Hadiah ini kan dijanjikan untuk warga biasa yang memberikan bantuan terhadap penangkapan. Sangat sulit jika memberikan ini kepada kepolisian yang hanya melakukan tugas mereka karena itu tugas mereka,” tuturnya kepada wartawan.

Jika hal itu tetap dilakukan, Hume khawatir tindakan ini akan mengundang banyak pertanyaan karena hadiah ini dikhususkan untuk warga negara biasa. Hadiah 10 juta dollar AS memang dijanjikan oleh Pemerintah AS bagi siapa saja yang bisa menangkap orang penting dalam teror bom Bali I ini.

Hume mengaku mengetahui kabar ini dari media massa bahwa ada baku tembak paling tidak selama lima menit. ”Banyak peluru, saya rasa. Saya tidak tahu mengapa orang biasa memiliki peluru sebanyak itu. Saya tidak tahu hal lainnya,” ungkapnya.

Tapi, jika memang benar hadiah itu diberikan, sebaiknya bagikan saja pada nasabah Century yang ditipu Robert Tantular. Toh, anggota dewan yang terhormat sepertinya lupa membahas kompensasi pada mereka (*nasabah Century) karena terlalu asyik berupaya memakzulkan SBY, Boediono, dan Sri Mulyani dengan gaya anak TK-nya itu.*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s