Anggota Legislatif, Bukan Eksekutif


Kenalan di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Karawang berkelakar soal kualitas sumber daya manusia anggota dewan sekarang. Kata dia, seorang anggota dewan baru ditugaskan mengikuti studi banding ke kota lainnya. Karena jaraknya cukup jauh, anggota dewan itu mesti menggunakan pesawat terbang. Padahal dia belum pernah naik pesawat terbang.

Kali pertama itu, dia duduk di kursi paling belakang. Lalu, salah satu pramugari menghampirinya dan meminta dia pindah ke kursi paling depan. “Silakan pindah ke kursi paling depan, bagian eksekutif,” kata si pramugari.

Kontan anggota dewan yang terhormat itu meradang. Dia membentak pramugari. “Saya bukan eksekutif, tapi legislatif!”

Sang pramugari tidak mau kalah, tapi dengan cara yang lebih sopan mempersilakan kembali sang anggota dewan untuk menempati kursi eksekutif. Tambah sewotlah sang anggota legislatif.

Tidak lama berselang, datanglah pilot pesawat. Dia meminta hal yang sama seperti yang pramugari lakukan. Anggota dewan menolak lagi. “Kebetulan Pak, kursi legislatif dan eksekutif sejajar di depan,” ucap si pilot.

Percaya dengan perkataan si pilot, anggota legislatif itu pun menuruti permintaan pilot dan duduk di kursi legislatif, eh, eksekutif.*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s