Hidup Dari Sapi


Di negara-negara maju, sapi perah dipelihara dalam populasi yang tertinggi, karena merupakan salah satu sumber kekuatan ekonomi bangsa. Sapi perah menghasilkan susu dengan keseimbangan nutrisi sempurna yang tidak dapat digantikan bahan makanan lain. Dibandingkan susu kambing, maka akan ada kecenderungan orang akan memilih “Susu Sapi” segar. Oleh karena itu, beternak sapi perah dan berbisnis  susu sapi sangat menguntungkan karena margin labanya bisa lebih dari 100 persen.
Itu pula sebabnya Yuyu Sudayat (51), ibu rumah tangga di Kampung Baru Nagri Desa Sukajaya Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat memilih kembali beternak sapi perah.  Setelah suaminya sakit diserang stroke, untuk mengebulkan dapur terbilang sulit. Yuyu pun mencoba kembali beternak sapi. “Saya pernah beternak sapi perah tapi tidak lama karena dulu sapi banyak yang tak mengeluarkan air susu. Kalau pun ada, kualitasnya jelek,” kata dia.
Kualitas jelek artinya tidak memenuhi standar untuk dijual ke koperasi. Parahnya, bila kualitas tidak memenuhi standar, Yuyu bakal kena denda dari koperasi. Oleh karena itu, kali ini dia benar-benar menjaga kualitas lolohan (makanan untuk sapi dari ampas tahu-red). Yuyu memulai kembali usaha ternaknya dengan dua sapi bantuan dari Koperasi Peternak Sapi Bandung Utara (KPSBU). Dua sapi ini baru bisa dikawinkan setelah dua tahun dan baru menghasilkan susu sejak setahun lalu.
Yuyu mengatakan dari satu sapi bisa menghasilkan susu sebanyak 18 liter per hari. Jumlah tersebut didapat dari dua kali pemerasan yaitu pagi (pukul 5.00 WIB) dan sore (pukul 16.00 WIB). Jumlah perasan susu lebih banyak didapat pada pagi hari. “Biasanya sekitar 10 liter dan sore hari 8 liter,” ujarnya.
Berarti dari dua sapi, Yuyu bisa memperoleh sekitar 36 liter per hari. Jika kualitas susunya memenuhi standar koperasi, biasanya dihargai Rp 3.300 per liter. Dengan demikian, dalam sehari Yuyu bisa mendapatkan pendapatan sebesar Rp 118.800 dari susu sapi. Akan tetapi, Yuyu baru menerima uang dari susu yang dipasok ke koperasi setiap 15 hari, dengan nominal sekitar Rp 1.728.000. Pendapatan yang menggiurkan.
Selain itu, Yuyu bisa berkonsentrasi penuh mengurusi sapi karena susu dan uang hasilnya selalu diantarkan koperasi ke rumahnya. Demikian pula makanan dan asupan vitamin. Semua diantarkan oleh pihak koperasi. “Kecuali jerami dan rumput, dicari oleh pekerja,” katanya.
Yuyu pun mendapat penghasilan tambahan selain dari susu sapi. Namun pendapatan ini hanya diterimanya setiap lima tahun sekali. Yuyu menyewakan kandang berkapasitas sepuluh sapi dengan harga Rp 10 juta. Yuyu pun akan mengirim sapinya yang sudah tidak produktif ke pejagalan. Ia pun akan mendapatkan uang dari menjual daging sapinya. “Sapi yang tidak produktif itu biasanya, sapi yang sudah lima kali beranak,” ucapnya.
Kualitas susu sapi ditentukan oleh asupan makanannya. Menurut Bagian AdministrasiWaserda KPSBU yang juga penyuluh ternak sapi, Ade Suhendar,  pakan untuk sapi berupa dedak plus, lolohan, dedak tepung jagung, dan tepung tulang. Dengan asupan yang seimbang maka bisa menghasilkan susu sapi segar dan bergizi. Akan tetapi, ketika sapi mengalami masa puber, kualitas susu pun akan berkurang. Keluhan petani terhadap kasus sapi puber selalu diterima koperasi setiap hari.
Meskipun demikian, koperasi harus mempertahankan produksi susu dari peternak sebanyanyak 110.000 liter setiap harinya. Caranya dengan memberikan penyuluhan guna memastikan pasokan susu “aman” dari peternak. Ade menyebutkan hingga saat ini terdapat sekitar 6.700 peternak yang tergabung di KPSBU. “Dan yang aktif mengirim pasokan susu sebanyak 4.200 peternak,” ucapnya.
Setiap peternak, kata Ade, diberi bantuan 2-3 ekor sapi yang bisa berproduksi sekitar 18-20 liter susu per hari. Jadi apabila dalam sehari bisa menjual susu dari 3 ekor sapi sebanyak 60 liter, bisa dibayangkan berapa jumlah uang yang diterima. Tambah lagi, sapi cepat puber dan beranak sehingga jumlahnya terus bertambah. Bukankan bisnis sapi perah begitu menggiurkan. Dan lagi bisnis seperti itu sifatnya bisa diwariskan ke anak cucu.***
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s