Flava Madrim


Pekik “MERDEKA” turut bergema di dunia maya. Pertanda peringatan kemerdekaan bisa menggunakan media apa saja. Bahkan tagar “17an” berserakan di lini masa, menandakan rakyat masih bisa bersatu dengan caranya. Lalu apa sebenarnya makna kemerdekaan?

Kali ini, gue mau cerita makna kemerdekaan di mata anak keponakan gue. Buat dia, mungkin kemerdekaan itu adalah kebebasan mengekspresikan dirinya. Ponakan gue ini, Khansa, punya satu grup musik, Flava Madrim. Anggotanya anak-anak SMP Negeri 6 Bandung. Musiknya unik karena ini musik Sunda buhun, Karinding dan Celempung. Jangan tanya gue deh dari mana mereka tau alat musik ini.

Khansa cerita kalo di sekolahnya, grup mereka hanya dianggap sekumpulan anak nakal. Kalo ada acara resmi, hanya satu grup yang sering tampil. Ortu mereka pun menyangsikan niat anak-anaknya itu. Demi musik atau hanya alasan agar bisa “main-main”.

Mereka tidak mau mundur karena alasan itu. April lalu mereka nekat ikut kompetisi di SMA 4 Bandung. Sebulan sebelumnya, mereka latihan sama dedengkot Burgerkill, Kimung dan vokalis Jasad, Man.

Selama sebulan itu, mereka diajari mengaransemen dan mengarang lagu. Khansa bilang ada dua lagu yang berhasil mereka buat. Meski tidak menang di kompetisi, tawaran tampil terus bertambah. Sering muncul di tivi pula meski itu tivi lokal. Tapi dengan itu, mereka berhasil membuktikan kalo perjuangan mereka bukan main-main.

Ini sejumlah foto yang gue ambil waktu mereka latihan, gue selipin di tulisan ini. Kalo ada niat dan usaha yang kuat, siapa bilang itu cuma mimpi! dyatini’s BlackBerry®

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s