Serba Kurang Garam (Ujung Genteng #day 2)


Malem kedua ini, pengen deh nyobain hasil tangkapan laut kayak lobster atau kepiting. Tapi itu cuma ngimpi karena lobster atau kepiting tidak ada di tempat pelelangan ikan. Kedua hewan itu mesti dibudidayakan di tambak.

Karena kebelet makan ikan laut, kami pesan deh, ke rumah makan Barokah. Yang ada cuma ikan bawal dan cumi. Itu pun harganya selangit. Gue gak inget berapa harga bawal, yang pasti beratnya 8 ons. Terus, harga cumi mentahnya untuk seporsi Rp 30 ribu. Ya sudah, karena dah kepengin, dipesan saja, plus tumis kangkung.

Menunggu sekian lama sampai nafsu makan sebenarnya hampir sirna, akhirnya makanan yang dipesan datang. Eing ing eng, tampilannya kok kurang menarik lambung ya. Soal rasa, alamakkkk, kok kurang garam semua.

Ikan bawal bakar <– nih ikan kayaknya waktu digoreng cuma diolesin mentega doang, karena rasanya gak ada sarinya sedikit pun, alias dingin.

Cumi goreng tepung <– ini cumi apa kelamaan di kulkas ya. Soalnya alotnya persis sandal jepit. Asin? Gak pisan!

Tumis kangkung <– nah, udah gak ada rasa asin, terus gak dikasih potongan cengek. Padahal dalam pesanan kita sebutin itu kok!

Jujur, gue belum pernah nyobain rumah makan lain ya. Keburu ilfil. Tapi gue gak recommended beli di rumah makan itu. Mending pilih-pilih lagi dan tawar sebelum dibeli. Oh ya, di rumah makan Barokah itu juga ada pondokannya, tapi harganya selangit dan berisik! ^__^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s