Nasi Goreng Campur Seafood yang Tersisa (Ujung Genteng #day 4)


Tadinya si cumi saus tiram dan udang saus mentega mau dilahap buat sarapan pagi. E, gak jadi, deh! Soalnya ternyata ibu bidan Eulis sudah menyiapkan acara makan bareng. Dia menyebutnya “liliwetan”.

“Liliwetan” itu sebenarnya hanya acara makan bersama. Bukan liwet seperti yang biasa kita kenal. Menunya sederhana. Nasi, goreng tempe, tumis genjer, dan ikan bakar. Plus sambel cobek dan kecap pedas.

Gara-gara liliwetan, seafood kami terbengkalai satu tahapan makan. Biar gak kebuang, itu cumi dan udang harus dimodifikasi untuk makan malam. Rencananya akan dibuat nasi goreng seafood. Gak susah amat kok bikinnya.

Si cumi di potong jadi irisan-irisan. Sementara si udang dikupasin kulitnya. Kalo nasi sih, tinggal digoreng aja. Bumbunya cukup pake garam. Di akhir masak, masukkin deh kecap pedas, potongan cengek, cumi, dan udang. Jadilah nasi goreng campur seafood. jeng ..jeng....rasanya uenakkkk..

Hihi, kalo liat makanan yang dicampur-campur sekenanya dalam panci itu jadi keingetan filem Korea. Inget banget waktu Sung Hye Kyo di dorama Full House, lagi stres terus makanan nasi dicampurin dengan semua sayur. Nah kebiasaan itu pun nular deh sama Rain yang jadi lawan mainnya. Bedanya mereka itu langsung campur, kalo gue digoreng dulu. Tapi teuteub ko rasanya ajib..**

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s