Masker dan Kacamata Hitam


Tadi pagi, di angkot Lembang-Stasiun Hall, saya agak meledek seorang penumpang. Tidak padanya langsung, sih. Tapi membahas penampilannya dengan seorang teman via bbm.

Sudah jadi kebiasaan, untuk menghilangkan kebosanan dengan segala kemacetan di jalan raya, saya memperhatikan penampilan para penumpang. Bukan karena saya merasa penampilan saya lebih baik dari mereka. Tapi, rasanya gatal saja untuk tidak menutup mata terhadap penumpang di angkot. Apalagi kalau penampilannya mencolok. Eh, tapi mungkin mereka (penumpang lain) juga memperhatikan penampilan saya. Ikut memprotes tapi tak kuasa berucap. Yah, seperti saya ini..☺

Ibu berusia 40 tahunan ini naik angkot di sekitar Jalan Masturi. Kenapa saya begitu tertarik? Karena meskipun angkot relatif kosong, dia memilih duduk di jok artis dan ogah pindah ke jok lebih dalam. Lalu, saya perhatikan tampilannya. Yang sangat mencolok adalah masker dan kacamata hitamnya. Saya pikir dia sakit mata. Ternyata tidak. Dia pernah melepasnya ketika membaca bon pembayaran belanja di Papaya. Kalau masker mungkin lumrah ya, karena udara yang tak bersahabat.

Saya mulai menyusuri tampilannya dari bawah. Dia mengenakan sandal karet. Celana legging menempel ketat di kaki yang mungil. Baju atasannya diselimuti cardigan rajutan. Ada sehelai pashmina dikalungkan di leher. Di punggung tertempel ransel olah raga yang sepertinya kosong. Potongan rambut pendek dan berwarna semu merah membuat dia tampak fresh lah. Satu lagi, payung panjang.

Sekejap, saya anggap norak penampilannya. Baru saya bisa mengerti mungkin alasan dia berpenampilan seperti itu di siang hari. Bandung yang begitu panas, ditambah berkendara dengan angkot, tidak menyenangkan. Saya terpaksa agak menahan indera penciuman karena bau keringat yang bercampur di angkot. Turun dari angkot, tidak jarang hujan. Kalau sepatu kena genangan air, wah, bisa cepat rusak sepatu.

Saat itulah saya ingat si ibu tadi. Mungkin dia mengantisipasi keadaan-keadaan itu sehingga dia cuek dianggap norak. Daripada dandan cakep-cakep serba modis kalau akhirnya rancucut kena hujan, ya hancur dong. Hidup payung!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s