Katakan MAMPU! (*ceuk dodo bari heuay)


Barusan baca judul berita soal kenaikan listrik. Katanya, ada hasil kajian yang menyebut bahwa masyarakat Indonesia itu masih mampu membayar listrik lebih dari tarif yang ditetapkan selama ini. Kajian itu dibikin oleh Dewan Energi Nasional (DEN).

Menurut DEN, pada dasarnya masyarakat masih mampu untuk membayar lebih. Kesimpulan itu diambil dengan mengkaji pelanggan listrik selama ini. Pelanggan listrik terbesar adalah sektor rumah tangga mulai dari 450 watt hingga 5.500 watt. Totalnya mencapai 36 juta dari 45 juta pelanggan listrik PLN.

Untuk pelanggan 450 watt  misalnya tarif yang dikenakan adalah sebesar Rp 408 per Kwh, dengan kenaikan 10 persen maka tarif baru yang dikenakan adalah Rp 450 per Kwh. Pelanggan 450 watt memiliki pendapatan rata-rata Rp 741 ribu setiap bulan, dari pendapatan tersebut total pengeluaran untuk listrik adalah sebesar 5,36 persen. Jika listrik dimasukkan ke dalam komponen pengeluaran primer, maka pelanggan 450 watt sebenarnya mampu membayar listrik sebesar Rp 720 per Kwh.

Sedangkan  pelanggan 900 watt dengan pendapatan rata-rata Rp 1.440.000 per bulan, pengeluaran listriknya hanya 4,11 persen. Dan kemampuan bayar seharusnya Rp 923 per kWh.

Kualifikasi mampu ini mungkin hasil kajian rata-rata. Lagipula, konteks “mampu” ini menurut saya, sebenarnya dimampu-mampukan. Betapa tidak, telat membayar listrik saja, aliran sudah diputus. Namun, ketika perusahaan listrik main matikan aliran listrik secara bergiliran dengan alasan penghematan, tidak ada kompensasi. Padahal, kemungkinan besar aliran listrik itu sangat dibutuhkan.

Ambil contoh saja, ibu bekerja yang terpaksa memberikan Air Susu Ibu (ASI) hasil perasan. Susu yang diperasnya itu disimpan di lemari pendingin agar bisa diminum si bayi saat ibunya bekerja. Tapi, ketika listrik mati, hancur sudah ASI botolan dalam lemari pendingin.

Di sisi lain, perusahaan listrik yang menyebut “mengirit” dengan memadamkan listrik secara bergiliran, terus saja berpromosi memasang sambungan listrik baru. Tidak hanya itu, tambahan daya pun turut diiklankan pada pelanggan. Duileeee..cemana ini..!!

Tapi ya, bisa apa lagi kita (*pasrah wae). Toh, situ yang punya kuasa. ***

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s