Serba-serbi Apartemen #PRMinggu


Dua tulisan ini saya buat untuk halaman 1 di PR Minggu edisi 29 April 2012. Mulai edisi tersebut, tulisan-tulisan di PR Minggu lebih nge-pop. Saya pun belajar terus untuk menulis dengan gaya yang lebih santai. Jujur, susah untuk orang yang terbiasa menulis hard news atau soft news. Tapi, belajar kan, memang tak boleh berhenti. Semangat!

Saya sengaja menyalin dua tulisan tersebut di postingan berikut. Kalau ingin membacanya dalam tampilan sesungguhnya, silakan cari edisi tersebut. Atau buka link ini: http://epaper.pikiran-rakyat.com/index.php/component/flippingbook/book/1225-minggu-29-april-2012/44-april-2012.html. Untuk membukanya, tidak sulit kok, cukup mendaftarkan diri jadi anggota. Nanti username dan password anda akan terdaftar. Gratis kok! Ayo buruan daftar, sebelum berbayar 😀 

Membeli Kenyamanan di Apartemen

Kemacetan yang umum terjadi di kota-kota besar dapat menyebabkan kelelahan saat harus pergi atau pulang dari kantor. Sebagian besar energi habis selama perjalanan. Pilihan tinggal di tempat yang dekat dengan tempat kerja menjadi lebih tinggi. Namun lahan untuk membangun pemukiman kian terbatas. Harga lahan pun terus melambung. Hal inilah yang kemudian mendorong tingginya penawaran apartemen di kota besar. Untuk membangun secara horisontal sudah tidak memungkinkan, sehingga bangunan vertikal (high rise) kini peminatnya cukup besar.  Sedangkan apartemen yang dibangun secara vertikal memerlukan lahan yang lebih sedikit sehingga harganya lebih terjangkau.

Hal itulah yang dialami Presa Kautsar (31), karyawan swasta di wilayah Pasteur. Ia terpaksa memilih tinggal di apartemen karena ingin dekat dengan tempat kerjanya. Oleh karenanya ia harus rela menebus harga sewa yang cukup mahal. “Itu tidak jadi masalah. Saya lelah kalau harus menghabiskan waktu saya dalam kemacetan. Sementara badan saya ingin segera tiba di rumah untuk istirahat,” ucapnya.

Selain harga sewa yang cukup tinggi, yakni di atas. Rp 2 juta per bulannya, Presa juga harus menanggung biaya tagihan lain seperti listrik, telfon, dan air. Jumlahnya tidak kurang dari Rp 800 ribu. Untuk menghemat pengeluaran, Presa berbagi dengan penghuni lainnya. Pasalnya di dalam satu apartemen yang dihuni Presa terdapat dua kamar.

Selain Presa, ada pula sejumlah mahasiswa yang memilih tinggal di apartemen yang letaknya berdekatan dengan tempat kuliahnya.  Alasan itulah yang membuat apartemen biasanya dibangun di lokasi-lokasi strategis, yang dekat dengan pusat bisnis atau perkantoran. Maka, dengan tinggal di apartemen yang dekat dengan tempat bekerja atau tempat kuliah akan mampu mengurangi kelelahan dan stres di jalan. Selain  itu dapat tiba di tempat tinggal lebih cepat sehingga waktu istirahat lebih banyak.

Akan tetapi, tinggal di apartemen pun dirasakan lebih praktis. Unit apartemen yang tidak terlalu besar cukup menghemat energi dalam membersihkannya. Tambah lagi, biasanya pihak pengelola apartemen pun menyediakan fasilitas untuk itu. Bahkan penghuni tidak direpotkan untuk mengurus taman, sarana pembuangan, air, atau sirkulasi udara karena sudah ada pengelola yang bertanggung jawab akan hal itu. “Kami mengenakan service charge untuk itu,” kata Director Public Relation dan Marketing Communication PT Bird, Osie Himawan.

Fasilitas lain yang diberikan oleh pengelola apartemen, tingkat keamanan yang lebih baik karena adanya penjagaan 24 jam dan Circuit Center Television (CCTV) yang memantau, sehingga penghuni dapat lebih tenang ketika harus meninggalkan unitnya. Bahkan di tiga apartemen yang dimiliki PT Bird, seperti The Majesty Hotel and Apartment, Galeri Ciumbuleuit Hotel, dan Apartment  Grand Setiabudi tidak sembarang orang bisa masuk ke lingkungan hunian. Terdapat kartu yang sekaligus sebagai kunci sebagai satu-satunya akses masuk ke dalam apartemen. Untuk memudahkan penghuni, apartemen juga menyediakan sejumlah fasilitas bagi penghuni seperti minimarket, layanan kesehatan, tempat olah raga, dan jasa pencucian sehingga penghuni apartemen tidak perlu pergi terlalu jauh untuk memenuhi kebutuhannya.

Kelebihan itulah yang membuat orang memilih apartemen. Menurut Osie, di tiga apartemen yang dimiliki PT Bird, sudah tidak terdapat hunian yang tersisa. Sebanyak 275 unit di The Majesty, 180 unit di Grand Setiabudi, dan 288 unit di Galeri Ciumbuleuit habis terjual sejak 2005. Meskipun tinggal di apartemen ada beberapa kelebihan tapi di sisi lain ada kerugiannya juga. Bagi orang yang terbiasa tinggal di tempat yang berukuran luas, tinggal di apartemen bisa mengurangi kenyamanannya. Hal lain misalnya biaya perawatan (maintenance fee) atau service charge yang harus dibayar setiap bulan yang dihitung tiap meter persegi.

Adanya akses terbatas juga, mengurangi kebebasan penghuni yang tinggal. Ada aturan dari pengelola yang membatasinya misalnya ada larangan  membawa binatang peliharaan, menanam banyak tanaman,  dan mengurangi aktivitas yang bisa mengganggu penghuni lainnya. Sosialisasi dengan penghuni lain pun sangat sedikit karena ruang yang tertutup memperkecil hubungan antar tetangga. Ditambah lagi kesibukan yang tinggi dari masing-masing penghuni semakin mengikis keakraban. Nilai investasi apartemen untuk jangka panjang lebih rendah dibandingkan dengan membeli sebuah rumah. Apabila sebuah unit apartemen dijual setelah jangka waktu yang cukup lama, harga jualnya akan lebih rendah dibandingkan harga jual sebuah rumah. Karena semakin sedikitnya lahan untuk pemukiman sehingga harga tanah akan lebih mahal.

Fungsi investasi

Bahkan apartemen kini semakin diminati sebagai lahan investasi. Ditambah lagi, pengelola apartemen menyediakan sejumlah kemudahan untuk berinvestasi. Osie mengatakan pemilik apartemen selain bisa menghuni juga diberikan hak untuk menyewakannya pada orang lain. Prosedur penyewaan tersebut harus sepengetahuan pengelola. Ada pula, unit yang dititipkan pada pengelola untuk disewakan. Dalam hal ini, perawatan diserahkan pada pengelola.

Tingginya peminat apartemen tersebut membuat beberapa hotel juga menyediakan apartemen baik sebagai hunian ataupun investasi. Peminat investasi pun cukup tinggi. Hilwan Saleh, Director Panghegar Property Group mengatakan dari 300 kondotel yang dijual, kini hanya tersisa sekitar 30 unit. Demikian juga apartemen yang jumlahnya sebanyak 200 unit. Padahal harganya relative tinggi berkisar dari Rp 2 miliar hingga Rp 10 miliar. Yang membedakan antara kondotel dan apartemen adalah dari perabotan yang terdapat di dalamnya. “Kalau kondotel sudah dilengkapi perlengkapan. Sedangkan apartemen kami menjualnya dalam keadaan kosong, tapi pemilik bisa memesan perabotan sesuai seleranya kepada kami,” kata Hilwan.

Untuk investasi, pemilik apartemen dan kondotel bisa membuat perjanjian khusus dengan sistem bagi hasil dengan pengelola. Jika jangka waktunya sudah habis, pemilik bisa menghuninya atau pun memperpanjang masa kontraknya. Akan tetapi, pemilik apartemen di Kota Bandung hingga kini masih didominasi oleh warga Jakarta. Lebih dari 40 persen warga Jakarta merupakan pemilik apartemen di tiga apartemen milik PT Bird dan Hotel Panghegar. Sedangkan pemilik yang merupakan warga Bandung kurang dari 25 persen.

Sementara itu, hingga saat ini Aston Braga Hotel dan Residence Bandung masih belum menjual apartemennya pada pihak umum. Menurut Marlya Christina, Marketing Communication Manager Aston Braga Hotel & Residence Bandung, sebanyak 121 unit yang kini disewakan merupakan hotel yang bernuansakan apartemen. Ruangan tersebut murni milik hotel, yang disewakan bagi keluarga-keluarga yang singgah ke Bandung. Didesain minimalis tapi memiliki dapur plus perabotannya sehingga membuat penghuni betah dan serasa di rumah. Kisaran harga sewanya lebih dari Rp 1,3 juta per malam. “Kendati demikian, terbuka kemungkinan kami untuk menjual kepada masyarakat umum dan kami mengelolanya untuk mereka,” kata Marlya.

Dengan semakin maraknya penawaran tersebut, apartemen kini telah menjadi alternatif pilihan tempat tinggal yang trend. Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, Anda sendiri yang dapat memutuskan apakah Anda akan senang untuk menempati sebuah apartemen. (Dewiyatini/”PR”)***

 

Cermat Berhitung Sebelum Memilih

Sulitnya mencari lahan horisontal untuk membangun pemukiman, mencuatkan tingginya penawaran apartemen baru setiap tahun. Selain untuk ditinggali, tren membeli apartemen untuk investasi pun semakin marak. Banyaknya penawaran ini membuat calon penghuni kesulitan. Salah memilih, bukan untung yang diraih.

Kekhawatiran itulah yang kini menggelayuti pikiran Indriati Rustami (31). Perempuan muda asal Bandung itu ingin menginvestasikan dananya dengan membeli apartemen. Namun, ia masih ragu dalam memilih apartemen. Pasalnya ia, ingin apartemen yang dibelinya nanti bisa memberikannya keuntungan.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Jawa Barat, Agung S. Sutrisno, tingginya penawaran apartemen itu baik sebagai tempat tinggal (residence) maupun investasi merupakan prospek yang baik sekali untuk Kota Bandung. Di Kota Bandung sendiri, kini terdapat sebanyak lima belas apartemen yang telah terbit izinnya. Namun tidak semua apartemen itu telah dibangun walau izinnya telah terbit. Kendati demikian, agar tidak mengecewakan calon penghuni, pengembang apartemen seharusnya memberikan kepastian baik dari segi hukum mau pun lainnya. Selain itu, keberadaan apartemen itu bisa menjadi jalan lain bagi masyarakat di Kota Bandung memiliki tempat hunian yang layak.

Agar tidak mengalami kekecewaan saat memilih apartemen, calon pembeli harus memikirkan sejumlah pertimbangan sebelum memutuskan untuk membeli apartemen. Praktisi di bidang Properti dan Resort, R. Herry Suherlan, memaparkan sejumlah kiat bagi calon pembeli apartemen. Pertama, calon pembeli harus mencari tahu legalitas dari bangunan apartemen yang akan dibelinya tersebut. Pasalnya, kini banyak apartemen yang belum terbit izin membangunnya, malah telah memasarkan produknya. “Bahkan sudah banyak calon pembeli yang menitipkan booking fee, sementara izinnya belum diterbitkan pemerintah daerah setempat,” ucap Herry.

Terkait legalitas, nantinya penghuni akan mengantongi sertifikat sebagai bukti kepemilikannya. Dasar perhitungan kepemilikan unit apartemen adalah Nilai Perbandingan Proporsional (NPP). Yang perlu Anda ketahui apakah hitungan NPP unit yang Anda beli sudah beres. NPP ini antara lain dipakai untuk menentukan besarnya service charge dan hak suara penghuni dalam pengambilan keputusan dalam komunitas. Sertifikat sendirinya sifatnya adalah HGB (Hak Guna Bangunan). 

Kedua, mencari tahu kualitas dari pengembang. Herry mengatakan dengan mengetahui kredibilitas dari pengembang, calon pembeli tidak akan tertipu. Pencarian tersebut bisa dilakukan dengan menanyakan kepastian penyelesaian pembangunan apartemen, jika calon pembeli hendak memesan apartemen yang belum dibangun. Atau, bisa juga dengan mengecek hasil-hasil pembangunan lainnya dari sang pengembang. Jangan sampai, uang pemesanan sudah diberikan, tapi tidak ada jaminan waktu penyelesaian bangunan.

Pertimbangan yang ketiga, calon pembeli juga harus menanyakan mengenai manajemen yang nantinya akan mengelola bangunan apartemen tersebut. Biasanya pihak yang mengelola berbeda dengan pengembang. Pihak pengelola ini yang nantinya akan memberikan pelayanan selama di apartemen, seperti keamanan, air, listrik, dan telefon.

Pengelola operasional apartemen dan berpengaruh besar pada tingkat kenyamanan calon penghuni. Property Management yang kredibel juga berperan dalam meningkatkan harga jual atau sewa. Pihak manajemen ini harus memberikan pelayanan secara profesional kepada penghuni. “Apa yang dijanjikan oleh pengelola harus ditepati kepada penghuni,” ucap Herry.

Yang tidak kalah penting, yang keempat, adalah persoalan lokasi. Calon penghuni atau pembeli apartemen memilih apartemen dengan lokasi yang strategis. Alasan lainnya, kemudahan mendapatkan fasilitas. Dan dalam hal ini unsur kedekatan yang pantas menjadi pertimbangan utama. Misal, lokasi dekat dengan kantor. Dengan begitu Anda bisa berhemat waktu dan tenaga. Lain halnya, apabila Anda membelinya untuk investasi atau disewakan. Dalam hal ini, yang menjadi pertimbangan utama adalah potensi di masa yang akan datang. Misalnya, apartemen berada di daerah yang banyak didiami kaum ekspatriat, dekat sekolah-sekolah internasional, atau dekat dengan pusat bisnis dan keramaian, seperti perkantoran, pusat perbelanjaan dan sejenisnya. Bahkan belakangan makin banyak apartemen yang dibangun menyatu dengan pusat perbelanjaan.

Hal kelima yang perlu dicermati oleh calon pembeli adalah ukuran, posisi, kualitas bangunan, furniture, dan fasilitas yang disediakan. Luas yang ditawarkan beragam, termasuk jumlah kamar tidur. Bahkan ada apartemen yang khusus menyediakan kamar khusus untuk maid. Sedangkan untuk posisi, umumnya semakin tinggi letaknya, harganya semakin mahal, karena pemandangan yang ditawarkan semakin indah, serta tingkat kebisingan yang berkurang.

Untuk kualitas bangunan, Anda sebagai calon pembeli bisa lebih mencermatinya dari kontraktor yang mengerjakannya. Kontraktor berpengalaman apalagi dengan reputasi internasional, kualitasnya biasanya lebih bisa diandalkan. Selanjutnya, perlu dipertanyakan pula furnitur apa yang akan mengisi apartemen. Apakah full-furnished atau semi-furnished? Hal ini berkaitan dengan penghematan anggaran bagi calon pembeli.  Bila memilih unit yang ‘kosong’ memang lebih murah, tapi harus dipertimbangkan juga furniture yang akan mengisinya termasuk biaya dan teknis pengangkutan barang-barangnya.

Fasilitas yang ditawarkan apartemen pada umumnya cukup memadai, tapi tak ada salahnya, Anda mencermati lagi apa yang disediakan, seperti fasilitas keselamatan penghuni, parkir, kebugaran dan fasilitas pendukung lainnya seperti restoran atau mini market. Namun, biasanya semakin lengkap fasilitas yang Anda dapat, semakin tinggi pula harga apartemen. Fasilitas ini juga nantinya berkaitan dengan jumlah service charge per bulan. Maka pililah yang sesuai dengan kemampuan Anda.

Pertimbangan yang keenam atau terakhir, carilah apartemen yang mudah untuk mendapat kucuran pinjaman dari bank atau Kredit Pemilikan Apartemen (KPA). Dengan kemudahan dari bank, calon pembeli tidak perlu terlalu bersusah payah menyediakan uang sejumlah harga apartemen. Anda sebagai calon pembeli cukup menyediakan uang muka, lalu melengkapi persyaratan kredit. Selamat memilih apartemen sebagai hunian atau investasi. Jangan mudah tertipu dengan iming-iming yang ditawarkan tanpa Anda memeriksanya. (Dewiyatini/”PR”)***

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s