What You Want is not What You Need #minggu8


Mungkin karena menyadari sedang “berisi”, sugesti ngidam pun dimulai. Parahnya, ngidam saya bukan banyak kepengennya, tapi banyak ogahnya. Kalau dipaksakan, dijamin deh, jackpot. Repot bener!

Contohnya saja, beberapa minggu sebelum dinyatakan positif saya masih minum susu loh. Semacam susu penyubur yang ternyata salah beli jadi susu hamil. Saat itu ok-ok aja saya minum. Tapi begitu tahu hamil, susu yang saya minum ditolak badan. Mual dan muntah jadinya. Enggak cuma susu, saya pun jadi anti segala produk turunan susu yang dulu itu favorit banget.

Usia 2-3 bulan kehamilan, saya masih belajar mengerti apa yang dibutuhkan si jabang bayi. Karena ternyata apa yang diinginkan bukanlah yang dibutuhkan. Saya tidak bisa makan satu jenis makanan sering-sering karena pasti keluar lagi. Akhirnya saya menjadi rajin mencatat apa yang saya makan untuk tahu pencetus muntah. Selain susu, saya gak bisa makan kol, cokelat, kentang, telur dan lebih banyak lagi makanan lainnya.

Bersama #cikal di perut, saya diajak hidup sehat. Saya berhenti makan mi instan. Saya tidak lagi suka gorengan atau apapun yang dimasak dengan minyak bekas. Pasti sudahnya tenggorokan saya gatal minta ampun.

Jadi wajar kalau saat periksa rutin, berat badan saya naik turun. Beruntung berat si #cikal terus naik. Tak apalah dia sedot badan saya. Jadinya, hamil malah bikin saya agak tirus dan memiliki pinggang ☺ ..

Oh iya, usaha dokter memberi obat anti-mual pun tidak ada pengaruhnya. Baru masuk obat di kerongkongan, eh, sudah keluar lagi. Begitu pun suplemen dan vitamin yang sudah dibayar mahal di luar klaim kantor. Satu-satunya sumber vitamin yah dari makanan yang saya makan. Bersyukur itu lebih dari cukup untuk #cikal.

Justru #cikal tidak pernah menolak daging. Sebanyak apapun sepertinya dia sanggup. Namun saya harus kendalikan karena akibatnya saya jadi susah buang air besar. Ditambah lagi, keseringan makan daging, dompet saya jadi tepos dong. Katanya, kalau bayinya doyan daging, itu tanda dia berjenis kelamin laki-laki. Ahhh..soal itu terserah yang menitipkan. Saya hanya akan berusaha menjaga titipan itu semampu saya.

Pokoknya wish me luck hingga #cikal tiba di dunia ini ya! ☺

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s