Piring pun Tak Mau Meminjamkan


Ditolak saat liputan, mah, sering. Sakit hati? Enggak, tuh! Cuman baru kemarin, saya bela-belain merayu sang manajer demi sebuah resep. Namun, ternyata rayuan saya sia-sia. Dengan alasan ia akan dipecat jika membagi resep, saya pun luluh.
Tapi, tidak berarti saya harus menyerah meminta izin memotret tahu di Raja Rasa Restoran. Pikir saya, dengan cara yang sopan, saya harus meminta izin. Lagi-lagi, ditolak. Alasannya sama. Terus saya mesti gimana?
Tahu yang akan dipotret itu kan saya bayar. Berarti sudah hak saya, itu tahu mau saya gimanain. Si manajer jawab, “Ya, pinter-pinter mbak aja.”
Okelah, kalo begitu. Tapi, kalau memotret seadanya, gambar si tahu akan mati, karena piring dan mejanya sewarna dengan tahu. Beuh, saya kudu ‘mengemis’ lagi demi sebuah piring. Tahukah apa jawaban si manajer selain “tidak bisa”? Dia menyarankan itu tahu dibungkus, bawa pulang, dan potret di rumah. Oalahhhh…untungnya fotografer kantor, Krisna ternyata inisiatif membawa piring dari rumah. Dalam hati, saya sudah kesal. Dikasih kesempatan promosi gratis, malahan begitu. Sudah gitu, tahunya biasa-biasa aja tuh…

image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s