Akselerasi dari Illahi


Setelah mengalami malam yang luar biasa, Minggu pagi ini, Ceuceu Kinan, Abah, dan De Kian masih belum bangun. Matahari yang enggak nongol-nongol bikin mereka tambah asyik di balik selimut. Nah, karena mereka masih bercengkrama dalam mimpi, saya punya sedikit waktu berbagi cerita soal kelahiran De Kian, empat hari lalu.

De Kian lahir memang di luar rencana saya, seperti kehamilannya pun yang tidak saya rencanakan. Jarak Ceu Kinan dan De Kian yang kurang dari dua tahun membuat saya harus menjalani operasi sesar lagi. Karena itu, saya anggap penjadwalan melahirkan akan lebih tertata. Walau ternyata salah.

Bagian 1: Sebelum Sectio

Manusia hanya bisa berencana kan, tetap Tuhan yang menentukan. Seperti rencana kelahiran De Kian maju lima hari dari jadwal saya dan dokter kandungan saya di Rumah Sakit Santosa, dokter Robert Siahaan. Dari hasil perhitungan, kelahiran akan lebih baik menginjak minggu ke-38 atau setelah tanggal 8 Maret. Saya dan Abah memilih tanggal 10 Maret.

Saya sudah cuti dari tanggal 1 Maret. Menunggu waktu melahirkan, rencananya dipakai untuk beres-beres rumah, mengingat setrikaan menggunung. Persiapan melahirkan pun tidak ada yang istimewa. Sudah berpengalaman ini, he he!

Meski begitu, saya sudah mencatat berbagai keperluan yang sudah disiapkan. Dan akan direalisasikan H-7 saja. Tanggal 4, hari Selasa, saya belanja kebutuhan Ceuceu Kinan. Sekalian potong rambut. Pengalaman, melahirkan itu hareudang.

5 Maret 2014

Esok paginya, kejadian tak terduga. Bangun tidur, saya merasa celana dalam basah. Begitu mengangkat badan, cairan yang saya kira pipis mengalir tak tertahan. Saya raih kain apapun yang terdekat untuk menahan cairan berceceran.

Saya langsung ke kamar mandi dan mengecek apa yang terjadi barusan. Mungkinkah ketuban pecah? Tapi, kok bisa? Sejuta tanya berseliweran. Di toilet, saya searching di internet sambil membandingkan dengan yang saya lihat. Ciri ketuban pecah atau rembes, warna cairan lebih keruh, ada semacam jaringan lemak, dan bulu halus. Deg! Persis dengan yang saya alami.

Buru-buru saya telfon rumah sakit, agar segera mengontak dokternya. Sudah saya pastikan, akan dioperasi hari itu juga. Tak pikir panjang, tak makan, saya ambil keperluan melahirkan. Lalu, membersihkan sisa ceceran cairan di lantai. Cairan terus mengalir tapi saya harus gerak cepat. Ceuceu Kinan harus diceboki dan entah bisa dimandikan segera atau tidak. Biar segar saya pun mandi dulu.

(duh, nulisnya kejeda nyusuin De Kian. Emak paraji pun datang buat mandiin De Kian. Disusul Ceuceu Kinan bangun dan minta diajak main)

Yuks, mari dilanjut lagi!

Saya dan suami bingung.
1. Bagaimana cara kami ke rumah sakit? Sementara, mobil di rumah kebetulan ada yang sewa seharian.
2. Tidak mungkin memakai sepeda motor mengingat kondisi ketuban sudah pecah
3. Siapa yang merawat Ceuceu Kinan selama saya di rumah sakit?

Tuhan memang selalu memberikan jalan dalam setiap masalah yang dibebankan pada umat-Nya. Kepala SD Kayu Ambon 2, Pak Oop menawarkan mengantarkan ke rumah sakit dengan mobilnya. Dua masalah sekaligus terselesaikan. Untuk masalah ketiga, saya telfon ibu di Bandung. Kami janjian bertemu di rumah sakit. Kami berencana menitipkan Ceuceu Kinan selama melahirkan. Alhamdulillah..
Setibanya di rumah sakit, saya langsung menuju lantai 4. Ruang Kala dan persalinan. Sambil membawa tas bekal saya menghampiri meja bidan.

“Ibu ada keperluan apa?”
“Saya mau melahirkan. Tadi saya sempat nelfon ke sini, yang ketubannya pecah Bu Bidan”
“Dari bawah, Ibu kesini jalan kaki? Enggak pakai kursi roda?”

Saya mengangguk. Bidan-bidan saling berpandangan dengan wajah bingung. Salah satu di antaranya langsung menggusur saya ke Ruang Kala dan mewanti-wanti saya tidak turun dari ranjang. Semua aktivitas di ranjang, mulai dari buang air kecil dan air besar. Di waktu bersamaan gelombang kontraksi kian terasa. Ternyata sudah bukaan dua.

Tidak lama dokter datang dan bertanya tentang kondisi saya. Dia pun lalu menjadwalkan operasi pukul 12.15 siang.
Hhmmm.. karena saya harus makan dan memandikan Ceuceu Kinan, cerita saya lanjut di bagian selanjutnya ya, menjelang operasi. (*)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s