Malam Pertama yang Sempurna


Baru selesai mandi, nih! Mumpung Kian lagi tidur (kerjaan bayi usia kurang dari seminggu, kan, begitu) dan Kinan anteng main, yu, dilanjut cerita kemarin. Yah, beginilah kalau tengah cuti lama. Dari pada saat kerja nanti malah gagap, lupa cara merangkai tulisan, mending rajin nge-blog. Me time gitu lah!

Bagian 2: Pas Sectio

Meskipun ini operasi sectio saya yang kedua, tapi saya merasa seperti kali pertama melahirkan. Waktu melahirkan Kinan, awalnya memang berencana secara normal. Tapi dua hari diobservasi, rasa mulas tidak pernah nongol. Padahal, saya sudah diinduksi secara mekanik, sampai induksi kimia (yang dimasukkan via infus), mulas tak juga terasa. Saya kesal tak terkira ketika bidan bertanya apakah saya sudah mulas atau belum.

Saya tidak tahu rasa mulas melahirkan seperti apa. Yang ada hanyalah rasa panas di bagian pinggang belakang. Bahkan saya sampai menggigil karena dosis obat induksi yang terus ditambah. Sementara bukaan saya mentok di bukaan 6.
image

Nah, saat akan melahirkan Kian yang direncanakan sectio, saya malah merasakan mulas. (Duh, ngedongeng aja kepotong mulas yang tak kunjung ada hasilnya alias sembelit). Sejak mobil melaju di wilayah Punclut mulas itu saya rasakan. Memang jarak antara satu mulas dengan mulas lainnya tidak berdekatan dan durasinya cukup pendek. Tetapi sesampainya di rumah sakit, mulas itu kian sering.

“Bu, ini kan kontraksi alami. Jadi saya tidak bisa berbuat apa-apa. Ibu nikmati saja,” kata dokter bagian anastesi.
Saya memang berusaha menikmati mulas yang baru saya rasakan sekarang. Oh, ini toh mulas melahirkan itu. Memang nikmat walau sakitnya kian tak tertahan.

Saya merasakan mulas yang cukup panjang sebelum dioperasi. Rencana operasi yang semula dijadwalkan pukul 12.15 siang mundur hingga pukul 1 siang. Operasinya sendiri baru dilangsungkan pukul 2 siang. Bisa dibayangkan saya merasakan mulas sejak pukul 9 pagi.

Kemunduran jadwal operasi dari pukul 12.15 siang menjadi pukul 1 siang karena si Abah, suami saya salah mengurus administrasi. Dia salah meja saat mendaftarkan saya. Akibatnya, proses input data pun terhambat.

Saya dipindah dari ruang Kala di lantai 4 ke ruang operasi di lantai 3 sekitar pukul 1 siang. Sempat menunggu beberapa waktu di ruang persiapan. Lalu, saya dimasukkan ke ruang operasi. Hanya sekitar tiga orang yang saya lihat di ruang operasi. Dokter-dokter yang akan mendampingi saya terlambat datang. Mungkin karena jadwal operasi yang tiba-tiba dan sempat salah komunikasi tadi.
image

Padahal saya sudah bulucun. Sambil menahan dingin, saya melihat sekeliling. Satu per satu dokter datang. Sekitar setengah jam di ruang operasi, dokter anastesi lalu menyuntikkan sebuah suntikan yang cukup menggigit di bagian belakang pinggang saya. Rupanya itu biusan lokal yang membuat saya mati rasa dari pinggang ke bawah.

Operasi sendiri berjalan sejak pukul 2 siang. Saya mendengar dalam keadaan sadar sekali apa yang terjadi. Semua terasa berjalan lambat. Saat sectio pertama semua berjalan cepat. Mungkin karena saya terlalu lelah dengan proses melahirkan normal. Di operasi kedua, saya ditidurkan seperti di operasi pertama. Bedanya, di yang kedua saya terbangun masih di ruang operasi. Saya melihat di sebuah kaca buram proses penyelesaian operasi. Hmmm.. tampak perut saya yang masih berlumuran rrrr, darah!

Setelah itu, saya berharap segera dibawa ke kamar perawatan. Ternyata, harapan saya cuman harapan. Saya terjebak hingga 1,5 jam di ruang pemulihan. Sambil dihangatkan, saya sempat tertidur dua kali. Hampir magrib, baru saya dijemput oleh suster dari kamar perawatan.

Di kamar perawatan, saya menjadi patung hidup. Hanya bisa berbicara dan bernapas. Saya harus telentang hingga 24 jam. Dan semalaman saya ditinggal suami yang harus pulang untuk mengubur ari-ari si bayi. Semalaman pula saya terjaga karena tetangga di kasur sebelah tidur dengan jawab-jawaban dengkuran. Malam pertama yang sempurna di kamar yang bertarif Rp 185.000 per malam. (*)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s