Tidak Nyaman? Nikmati saja!


Pernah dengar kalimat, duit mah moal ngabobodo (uang tidak akan membohongi)? Maksudnya, Anda akan mendapatkan barang dengan kualitas yang bagus bila berani membayar harga yang mahal. Kalimat itu ada benarnya. Mungkin.

Tapi bisa saja tidak sepenuhnya benar. Dua kali saya dirawat karena melahirkan mendapatkan fasilitas tidak jauh beda. Padahal kamarnya beda kelas, loh! Melahirkan yang pertama pada 2012, saya memilih kamar kelas 2. Dalam satu ruangan terdiri dari tiga kamar tidur. Ada satu kamar mandi di dalam, satu televisi, dan satu air conditioner. Sedangkan melahirkan anak kedua saya memilih kelas 3. Dengan ruangan dua kali lebih besar dari kelas 2, diisi 6 tempat tidur. Ada dua televisi, dan satu air conditioner.

Harganya pasti berbeda. Beda kelas, kan! Tapi ada dua kesamaannya. Pertama, posisi tempat tidur saya selalu paling jauh dari air conditioner. Kedua, saya selalu sekamar dengan pasien yang berisik.

image

Saya yang terbiasa hidup di Lembang dengan udara yang dingin pasti tertekan dengan kondisi jauh dari AC. Saya yang hanya bisa telentang meminta suster mencarikan kertas agak tebal untuk saya jadikan hihid. Setiap meminta suhu AC diturunkan, suster selalu beralasan, pasien lain akan kedinginan. Ternyata AC baru dinyalakan saat menjelang tidur. Huhhh!

Akhirnya pada hari ketiga, suami saya menyerah. Ia pun mencari kipas angin. Lebih baik keluar uang untuk kipas angin dari pada harus bobolokot kesang.

Masalah kedua soal “keberisikan”. Waktu melahirkan Kinan, saya dan suami susah tidur. Kami sengaja membawa Kinan rawat gabung. Jadi, seharian kami mengurus Kinan. Belajar menjadi orang tuanya sejak awal ia datang ke dunia.

Rupanya, tetangga sebelah juga “mengangkut” bayinya seperti kami. Setiap malam, tangis keduanya bersahut-sahutan. Akibatnya, kami kurang tidur. Kami pun menyerah dan meminta jadwal kepulangan dimajukan.

Kali ini, yang jadi masalah adalah dengkuran si tetangga. Di malam pertama, saya benar-benar tidak bisa tidur. Suami istri itu ngorok bersahut-sahutan. Jangankan saya, pasien di ujung yang baru masuk pun sampai berteriak minta dengkuran dihentikan. 

Kalau orang mengobrol, bisa menghentikannya dengan cara ditegur. Tapi, yang ngorok.. jangan harap deh!

Pasien di sebrang saya, yang ribut justru penunggunya. Suaranya yang keras membuat saya menguping isi pembicaraannya. Saya sempat merasa beruntung ketika si pasien menegur mereka dan menyuruh melanjutkan obrolannya di luar. Tapi, tidak lama kemudian, gantian si pasien yang berisik dengan ngobrol via telfon genggamnya. Hadeuhhhh

Yang paling menyebalkan adalah penjenguk pasien yang mengomel soal dengkuran. Sudah penjenguknya banyak, bawa anak pula, dan berisiknya minta ampun. Belum lagi ada penjenguk yang rupanya ogah rugi bila tidak menonton Indonesian Idol. Di kamar rawat, televisi dinyalakan dengan volume cukup kencang hingga membuat si bayi menangis. Eh, dengan enteng dijawab, “Biarin nangis juga, biar paru-parunya kuat. Kan, dari tadi tidur aja.”

Duh, dia pikir itu kamar cuma milik dia sendiri. Belum lagi komentar yang berderet menanggapi penampilan para finalis spektakuler. Kasian banget si cici yang baru operasi empedu yang mesti menderita dobel nyeri. Ya di perut, ya di telinga.

Memang itu sih risiko berbagi kamar dengan pasien lain. Selain berbagi kenyamanan, kami, para pasien juga mesti berbagi kamar mandi dengan non-pasien. Padahal jelas-jelas di pintu tertempel tulisan “khusus pasien”. Saya mesti antri lama untuk ke kamar mandi karena dipakai mandi oleh para penunggu pasien.

Buat saya, jika pelayanan dokter tidak ada perbedaan antara kelas bawah, menengah, dan atas, untuk apa harus menginap di kamar yang mahal. Lagipula, saya tidak sakit. Saya hanya melahirkan. Dan saya tidak akan berada lama di rumah sakit. Jadi, sesekali merasa tidak nyaman, ya, dinikmati saja, deh! (*)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s