Keajaiban di Rabu Sore


Selamat siang brayyyy!

Semakin siang matahari makin pemalu saja. Bikin harap-harap cemas cucian gak kering. Maklum saya ini mahmud yang baru punya bayi kedua, yang selalu kehabisan stok baju dengan cepat. Jadi, matahari adalah idola saya saat ini. Meskipun ada pengering pada mesin cuci, tapi tak afdol tanpa matahari. Halah!

Nah, sambil berdoa matahari tetap konsisten panasnya hingga cucian anak-anak kering, saya ingin kembali berbagi cerita. Kali ini soal pemberian nama anak kedua yang saya kira lebih ribet dari anak pertama. Saya mesti pakai acara “ultimatum” segala sama suami agar segera mengesahkan satu dari beberapa nama yang saya usulkan.

Oh iya, suami saya alias si Abah memang ogah berpikir tentang nama si anak. Sayalah yang harus meramu nama anak. Dan itu tidak mudah.

Yang paling mudah, nama belakangnya yang pasti Wibagja. Selanjutnya tinggal memilih nama tengah dan depannya. Nah, ini yang sulit karena harus memiliki makna yang klop.

Waktu anak pertama, si Abah pesan harus ada kata Kinan. Karena yang lahir anak perempuan, maka saya jadikan Kinanti. Toh, nanti dipanggilnya Kinan juga, kan! Kata itu saya sematkan sebagai nama depan. Jujur loh, artinya saya belum tahu ketika memilih nama itu. Nama tengahnya ada dua pilihan antara Ludmila dan Ameera. Ternyata, si Abah lebih sreg dengan yang kedua. Jadilah anak pertama kami bernama Kinanti Ameera Wibagja.

Soal artinya, baru saya pikir belakangan, he he! Secara sederhana arti nama anak pertama kami adalah seorang putri yang sangat dinanti menjadi bagian keluarga Wibagja. Bagi kami, waktu tujuh bulan menanti dikaruniai anak terbilang cukup lama mengingat banyak yang menikah di waktu bersamaan pada tokcer!

Anak yang kedua ini, rapat paripurnanya lebih alot. Anak pertama, namanya sudah ada sebelum pulang dari rumah sakit. Anak yang kedua pulang dari rumah sakit dengan nama “Bayi Ny. Dewi”. Padahal sebenarnya nama sudah ada, tapi entah kenapa tidak langsung dipublikasikan ke pihak rumah sakit, hi hi!
image

Saya mengusulkan sekitar enam nama kepada si Abah. Semua nama depannya berawal huruf “K”. Ada Kayana, Kalyana, Khedira, Kinara, dan Kiandra. Nama tengahnya, ada Aiko, Aisya, Martaisya, dan Atifa. Nama akhirnya pasti Wibagja. Tiap saya tanya ke si Abah akan memilih yang mana, jawabannya tidak jelas.

Akhirnya, sehari sebelum pulang dari rumah sakit, saya ultimatum si Abah. “Kalau belum ada pilihan, silakan buat sendiri. Biasanya pas mau pulang pihak rumah sakit meminta untuk kelengkapan administrasi,” kata saya.

Ultimatum saya berhasil. Si Abah pun berpikir matang dan menanyakan arti nama-nama yang saya usulkan. Tina, teman sekantor menyarankan ada “Maret-maret”-nya di nama anak kedua ini. Saya pun mencarinya. Ketemulah nama “Maritza”, sebuah kata yang tak pernah ada di usulan saya. Kata ini berasal dari bahasa Arab yang artinya mendapat berkah Illahi. Ternyata si Abah suka dengan nama ini yang kemudian saya sematkan sebagai nama tengahnya.

Untuk nama depan, tadinya dipilih Kinara. Artinya, malaikat. Nah, klop kan dengan Maritza. Tetapi, tiba-tiba si Abah menanyakan arti dari Kiandra. Saya jawab kalau artinya keajaiban. Si Abah lebih sepakat dengan nama Kiandra. Mungkin mengingat proses kelahiran yang terbilang membahayakan karena lahir lebih cepat dari jadwal, ketuban sudah pecah lebih dulu, dan proses operasi sectio yang baru dilakukan setelah lebih dari lima jam dari waktu ketuban pecah. Kalau secara logika, bisa saja si bayi kenapa-napa karena cairan ketuban sudah tidak ada.

Dengan segala pertimbangan itu, jadilah anak perempuan kedua kami yang lahir pada Rabu, 5 Maret 2014 pukul 14.20 dengan berat 2.500 gram dan tinggi 46 cm dinamai Kiandra Maritza Wibagja. Untuk ukuran bayi perempuan berat badannya terbilang pas-pasan, sehingga saat pemeriksaan si dokter anak selalu memanggilnya “bayi pas-pasan”. Kendati beratnya pas-pasan, rejeki untuk Kian, panggilan kesayangannya, akan selalu berlimpah. Amin.. (*)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s