Kalian Pasti Tahu Rasa Sayang Itu


Sebagai seorang ibu baru -mengingat saya baru tiga tahun menikah dan sudah memiliki dua anak- berbagai macam kritik terhadap cara pengasuhan saya tidak berkurang. Selalu ada celah untuk mempertanyakan bagaimana saya mendidik kedua anak saya. Namun, saya tetap bertahan dengan apa yang saya yakini.

Dimulai dari soal pakaian yang mungkin terbilang tidak ‘wajar’ bagi orang lain. Kami memang tinggal di wilayah dengan udara cukup dingin. Tapi saya tidak pernah mendandani anak-anak saya dengan pakaian tebal, terutama di pagi dan siang hari. Saya ingin kulit anak-anak saya bersahabat dengan matahari dan udara yang belum terkontaminasi. Lagipula, bila di pagi hari anak sudah dipakaikan pakaian tebal, pada malam hari harus dilapisi lagi lebih tebal karena udara semakin dingin. Sederhananya, saya ingin anak saya kuat di berbagai cuaca.

Soal makanan, saya pun tidak terlalu memanjakan dan mengekangnya. Saya tidak pernah memaksa anak untuk makan. Mungkin di mata sebagian orang, saya tidak mengajarkan kedisiplinan. Tapi, saya justru ingin melatih anak tentang konsep lapar. Saat dia lapar, dia pasti meminta makan.

Persoalan lainnya dalam hal makan adalah antara disuapi atau makan sendiri. Saya selalu memberikan dua pilihan itu. Ketika anak saya memilih makan sendiri, saya biarkan. Begitu pula ketika dia minta disuapi, saya layani.

Saya pun kurang suka memerintah anak. Mereka bukan anak buah saya yang harus menuruti apa yang saya mau. Saya ingin mereka memahami apa yang saya katakan dan konsekuensi keputusan mereka. Sering kan, ibu-ibu meminta anak untuk tidak ini atau itu, tapi tidak dituruti. Dan si anak baru mau menurut ketika dia tahu konsekuensinya.

Saya begini dan begitu kepada anak bukan karena saya cuek dan tidak peduli pada mereka. Semua saya lakukan, karena saya tidak mungkin selamanya dengan anak-anak saya. Saya tidak mungkin selalu ada untuk melayani, menyuapi, menolong mereka. Saya hanya bisa mempersiapkan mereka untuk bisa melayani, menyuapi, dan menolong diri mereka sendiri.

Saya ini bukan manusia sempurna tapi berusaha menjadi ibu terbaik untuk anak-anak saya. Itu saja. (*)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s