Cantik Menakutkan


Menunggu angkutan umum ngetem itu bukan hal yang menyenangkan. Mungkin kalau saya terbilang orang yang nekat -karena saya membawa helm- saya akan menghentikan sepeda motor yang lewat, lalu nebeng. Tapi karena ini hujan dan saya tidak mau hareeng, lebih baik saya diam di dalam angkutan umum dan cari kegiatan lain.

Kalau saya mau, mungkin saya bisa bantu mamang sopir untuk cari penumpang. Tapi, tetep dong, di luar hujan. Dampaknya lebih berat untuk saya.

Pilihan lain, saya tenggelamkan diri mengecek media sosial di telefon pintar saya. Mulai dari Facebook, Twitter, Path, hingga Instagram. Gulir, gulir, dan gulir. Guliran saya sudah sampai ke halaman terbawah. Tapi saya tarik lagi ke halaman di atasnya. Ada iklan yang menarik di Instagram.

Iklan kecantikan yang pasti menarik kaum hawa adalah soal kulit putih, badan langsing, bibir merah, pipi merona, payu dara kencang, bokong berisi, hingga rambut lurus. Yang membuat saya menganga adalah kata-kata PUTIH PERMANEN. Artinya kulit akan terus putih meski dijemur di bawah sinar matahari sekali pun?

image

Saya tidak tahu obat apa yang digunakan atau metoda apa yang harus dijalani bila punya impian kulit putih permanen itu. Satu hal yang pasti kenapa banyak anggapan putih itu pasti cantik.

Pernah lihat Thalia si Maria Mercedes kan? Kulit putihnya seperti apa. Kalau kata ibu saya, banyak hunung (semacam bercak-bercak kecokelatan pada kulitnya). Lihat kulit orang Jepang yang putih dari dekat, kata saya, mengerikan. Putih tapi kasar dan tidak segar.

Coba lihat Kimy Wijayanti, model yang juga presenter ILook di NetTV. Kulitnya hitam manis tapi segar dan eksotis. Penampilannya lebih menarik karena tak ada hunung. Dan dia tetap cantik meskipun tidak putih.

Kulit bukan rambut yang bisa berganti warna seenaknya. Ingin ganti warna rambut, tinggal ganti warna pikok. Tapi apa kulit seperti itu?

Ketika Anda memilih upaya cantik dengan cara tidak alami dan menyakitkan, itu tidak berlangsung lama. Tak perlu mengikuti gaya Krisdayanti yang harus ke Jerman sebulan dua kali dengan biaya Rp 185 juta per perawatan hanya untuk meremajakan kulit. Kita bukan angkutan umum yang harus diremajakan agar laik jalan. Nikmati masa mudamu juga masa tuamu dengan kecantikan alami. (*)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s