Semalam tanpa Kian & Kinan


Usia empat tahun, katanya, usia ideal anak tidur terpisah dari kedua orang tuanya. Kalau dua anak saya, sih, terbiasa sering tidur terpisah dari si Abah, he he.. Persoalannya, si Abah kadang asyik menonton siaran sepak bola walau pada akhirnya dia yang ditonton televisi karena terlelap.

Terkadang, sekali dalam sepekan sepulang piket si Abah sudah terlalu lelah memindahkan badannya tidur bersama kami bertiga. Lagi, dia tidur ditonton televisi. Hmm..lagipula kasur kami yang ukuran nomor satu itu sudah tidak mampu menampung pergerakan penumpangnya. Dua anak saja sudah cukup membuat Abah Ambu melipir ke pinggiran kasur.

Namun, saya pribadi tidur terpisah dengan anak, maksudnya karena ada hal-hal yang membuat saya tidak dekat tidur dengan anak masih bisa dihitung. Anak pertama, saat saya melahirkan anak kedua. Anak kedua, tidur terpisah nanti malam karena saya harus pergi dinas dulu.

Galau gak sih? Enggak juga. Yang pasti, saya akan tersiksa karena tidak menyusui si bungsu lebih dari 24 jam nanti. Kalau pengasuhan dua anak saya selama ditinggal, saya percayakan kepada ibu saya. She is the best!

Semoga saja keduanya tidak merepotkan Ibu. (*)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s