Kewajibanku, Kewajibanmu!


Akhir tahun, jadwal selalu padat terutama jadwal bebenah. Selalu ada laporan akhir tahun yang harus dipertanggungjawabkan.

Teman saya yang bekerja di bagian keuangan pernah bercerita kesibukannya di akhir tahun. Pekerjaan menumpuk. Dalam rangkaian pekerjaannya, perannya berada di posisi paling akhir. Artinya, ia harus menunggu laporan dari rekan-rekannya sebelum ia menyusun bagiannya.

“Sebelnya, mereka sering mengumpulkan laporan mepet-mepet ke batas akhir. Kalau seperti itu, kapan saya kerjakan bagian saya,” katanya.

Saking kesalnya, dia ambil pekerjaan rekan-rekannya dan dia kerjakan sekaligus dengan bagiannya. Pekerjaan selesai tepat waktu dan dia menghabiskan akhir tahun dengan menginap di rumah sakit.

Uniknya, rekan-rekannya senang-senang saja pekerjaan diambil untuk dikerjakan orang lain. Padahal itu kewajiban mereka. Tapi, persoalan hak, mereka akan jadi yang terdepan.

Tapi tidak sedikit orang yang senang kok mengambil kewajiban orang lain. Dan itu dilakukan ketika orang yang memiliki kewajiban itu masih mampu mengerjakannya. Namun, ketika pekerjaannya menumpuk, pertolongan itu tidak datang.

Ah, saya sih tidak pernah mempermasalahkan hal itu. Bagi saya, kerjakan kewajiban saya semampu saya. Jika ada yang memerlukan bantuan, berikan ketika mereka meminta. Dan semampunya.

Dan saya yakin, ada imbalan untuk setiap pekerjaan yang dilakukan dengan ikhlas dan tidak menginjak kewajiban dan hak orang lain. (*)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s