Resolusi Realistis


SUDAH lima hari nih, 2015 dilalui. Masih galau juga? Gak perlu lah. Sayang energi.

Tapi, mau bikin resolusi juga seringnya gagal.  Karena resolusinya ketinggian. Contohnya, pengen langsing, buat saya pasti banyak barrier. Badan saya berisi tulang yang gede-gede sehingga susah dikecilin. Saya juga lagi nyusuin, yang pasti gampang lapar. Dan terakhir, terkadang tuntutan kerjaan buat makan melulu (alasan!)..

Gak cuma tuntutan keles! Kerjaan saya itu “bertamu” ke sana ke mari. Nah, di-ke sana ke mari itu pasti disuguhin. Mulai dari kopi, teh, atau kue sampai ke nasi. Pamali, kalau ditolak!

Resolusi itu harus realistis. Misal nih, tahun 2015, saya pere dulu lahiran. Punya anak dua dengan usia terpaut 19 bulan itu tuh, melelahkan! Maka dari itu, saya pasang KB untuk jangka waktu empat tahun. Masih berharap punya anak laki-laki.

Keinginan saya untuk 2015 ini mah yang standar-standar aja. Kepengen jadi istri yang bisa bareng-bareng suami bangun keluarga yang sehat. Pengen jadi ibu yang selalu ready buat anak. Dan, jadi karyawan yang benar plus bekerja semampunya saja. Satu lagi, benerin ibadah bekel di akhirat.(*)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s