Ini Bioskop atau Ruang Operasi?


Ruangan ini terlalu dingin.  Mirip studio di bioskop.  Bedanya enggak ada layar lebar terbentang.  Mungkin ada,  tapi sedang digulung.  Kalau pun dibentangkan,  yang ditayangkan pastinya bukan film yang lagi tren.
Ya,  karena ini adalah auditorium IPTEKS ITB.  Ini kedua kalinya saya ke sini.  Pertama,  mendengarkan profesor-profesor bersorban dari Yaman yang ngomongnya Arab.  Untungnya,  ada interpreternya. 
Sekarang,  acara “Ohle Goes to Campus” saya kembali duduk di sini.  Beneran deh,  ini dingin banget.  Saya duduk di sini hampir dua jam.  Bukannya mendengarkan paparan tiga pemateri di depan.  Saya malah berpikir alasan pendingin yang dipasang maksimal.

image

Berdasarkan pengalaman saya,  pendingin sepol ini hanya dinyalakan di ruang operasi.  Saya sampai noroktok ketika mau dioperasi sectio.  Tapi,  ada alasannya pendingin seperti itu di ruang operasi.
“Biar dokter yang mengoperasi tidak keringatan.  Bahaya,  kan,  kalau keringat dokter menetes ke organ pasiennya?” kata dokter anastesi.
Nah,  bisakah saya menyimpulkan air conditioner yang dipasang di auditorium agar orang di dalamnya tidak berkeringatan.  Jadi males keles,  keluar dari ruangan menyisakan bau apek di ruangan.  Mungkin gitu yah?  (*)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s