Babi Ngepet


Saya bukanlah ibu yang senang merayakan ulang tahun anak secara mewah.  Apalagi di usia anak di bawah tiga tahun,  terkadang malah planga-plongo mengamati orang yang menyanyikan lagu ulang tahun.  Tapi sebagai orang tua,  sesekali merayakan tak apa meureun.  Asalkan tetap dalam konsep HEMAT.

Sekarang,  anak pertama saya hampir tiga tahun.  Enggak sering,  sih,  datang ke acara ulang tahun.  Tapi,  mungkin dari tontonan televisi dia agak mengerti apa itu ulang tahun.

“Inan,  kalau ulang tahun nanti,  umur Inan berapa?” saya membuka percakapan di sela-sela acara kongkow mini family. 
“Tiga!”
“Mau dikasih kado ulang tahun apa?”
“Kue aja.”
“Terus,  kado apa lagi?”
“Pake lilin,  ya.”

Rupanya aktifitas kami merayakan ulang tahun hanya membeli kue selalu dia ingat.  Di keluarga kecil kami,  siapa pun yang ulang tahun,  cukup dibelikan kue bolu dan dipasangi lilin sejumlah usianya.  Saya terkadang nebeng di kue bolu Inan karena tanggal ulang tahun kami hanya terpaut sehari.

Siapa pun yang ulang tahun,  Inan pasti kebagian meniup lilin tersering.  Padahal tiup lilin itu hanya ritual untuk kebutuhan foto lalu mengunggahnya ke media sosial.  Buat narsis saja!

Obrolan saya dan Inan tentang ulang tahun berlanjut.  Kali ini,  tentang ulang tahun Abah dan Ambunya.

“Inan,  kalau Abah dan Ambu ulang tahun,  Inan mau kasih kado apa?”
“Babi!”
“Oh,  babi frozen,” karena akhir-akhir ini dia suka dengan apa pun yang berbau frozen.
“Bukan forozen.  Babi ngepet!”

Beuh,  dia akan memberikan kami hadiah babi ngepet.  Anak seumur dia,  mana tahu apa itu babi ngepet.  Istilah itu saja dia tahu karena sesekali menonton sinetron “Emak Ijah Pengen Ke Mekkah” yang semakin tidak jelas juntrungan ceritanya. 

Cerita yang awalnya tentang mimpi si Emak Ijah yang ingin ke Mekkah berubah menjadi ratapan korban banjir manakala saat itu Jakarta memang dilanda banjir.  Cerita lalu berubah menjadi tentang babi ngepet setelah Zaki Demonk ingin cepat kaya.  Harusnya saat itu judul sinetron diubah menjadi “Zaki Demonk Kepengen Jadi Kaya”.

Usaha Zaki ditiru oleh Si Jabrig dan Mak Rita.  Satu per satu penghuni kampung pun meninggal dijadikan tumbal.  Termasuk Emak Ijah.  Tumbal-tumbal lainnya pun menjadi budak Bunda Ratu penguasa babi ngepet.

Tapi,  di kampung saya,  babi ngepet itu memang ada.  Ibu saya sering kehilangan uangnya meski jumlahnya tidak besar.  Dari satu gepokan uang,  selembar uang lima puluh ribuan saja yang raib.  Tapi bila dijumlah dari 10 rumah saja,  semalam beroperasi,  si babi sudah mengantongi Rp 500 ribu.

Konon,  tidak hanya seorang yang memelihara babi di kampung kami.  Rupa ngepetannya pun tidak hanya babi.  Ada pula monyet.

Satu tetangga di kampung yang diduga memelihara monyet ngepet itu memang sangat cepat kaya.  Usahanya yang memproduksi kerudung diyakini beberapa orang didukung oleh usaha ngepet.  Hanya beberapa bulan membuka usaha,  dia mampu membeli beberapa rumah dan mobil.

Ia pun rajin bersedekah.  Tapi kecurigaan tetangga-tetangga di kampung tidak berhenti karena kebaikannya pada tetangganya yang kaya mendadak itu.  Apalagi,  setelah kaya,  pasangan suami istri itu tak lagi menyantap daging hewan.  “Saat ada sukuran di rumahnya,  mereka hanya makan sayur,” omongan miring tetangga yang beredar.

Padahal,  mungkin mereka hijrah menjadi vegetarian demi hidup lebih sehat.  Soal usahanya,  mungkin sukses menerobos pasar luar negeri juga.  Atau kekayaannya berasal dari pinjaman di bank.  Siapa tahu, kan!

Lagipula,  tidak ada cerita tetangga-tetangga di kampung kami yang meninggal bergiliran dijadikan tumbal.  Meski belum terbukti secara sah,  warga di kampung kami berbagi tips menghindari copetan babi ngepet.  Katanya,  uang digulung lalu dimasukkan ke dalam plastik.  Ikat plastik hingga tidak ada udara di dalamnya.  Ampuh atau tidak,  mana saya tahu!  (*)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s