Demam Frozen


Ini kedua kalinya kami berempat ‘piknik’ ke Pasar Andir.  Saya, Ibu,  Kinan,  dan Kian.  Kami pilih bus damri yang mengantar hingga ke gerbang pepetek.

Tujuan pertama,  langsung menuju toko kosmetik di lantai satu.  Berjejer daftar alat kosmetik yang harus dibeli karena stok di warung sudah ludes.  Tidak sampai sepuluh jenis,  total yang harus dibayar lebih dari seperempat juta rupiah.

Target berikutnya,  ke lantai dasar. Ada pesanan kerudung dan kardigan.  Melewati lorong-lorong yang membuat keringat mengucur,  sekilas saya melihat sandal anak dengan hiasan gambar Elsa di film Frozen.  Saya abaikan.  Pura-pura tak melihat.
Saya kira,  Kinan pun tak melihat karena asyik dengan es krim di tangannya.  Rupanya dia melihat apa yang saya lihat. 

“Ambu,  ada sandal porozen!”

Porozen adalah sebutan Kinan untuk film Frozen.  Ia juga memanggil Elsa dengan sebutan Esla.  Memang masih ada beberapa kata yang diucapkan Kinan pabaliut seperti plastik,  Naruto,  dan Elsa.

Kinan tampak girang melihat sandal jepit itu.  Sandal itu yang selalu jadi objek sengketa dengan Tasya,  anak tetangga yang jadi teman sepermainan Kinan. Ia pun menitipkan es krim.  Lalu,  tangannya mengusap-usap sandal itu,  persis mengelus hewan kesayangan.  Matanya tampak bersinar.

“Ambu,  aku mau sandal itu?”

Kalimatnya itu adalah titah buat saya.  Ia tidak tahu dan tak mau tahu,  ibunya membawa uang atau tidak.  Saya lalu membayar Rp 40 ribu untuk sandal Kinan dan sepasang sandal untuk Kian.

Bahagia sudah mendapatkan keinginannya,  Kinan mengajak kami untuk pulang.  Ia ingin segera memperlihatkan sandal yang sama dengan yang Tasya punya.

Saya lupa sejak kapan Kinan menggemari Frozen.  Semua barang yang berbau Frozen ingin dimiliki.  Dia akan menangis sejadi-jadinya bila melihat iklan produk berlabel Frozen.  Dan setiap hari akan ditarik adanya barang itu. 

Di rumah,  selain baju,  ada juga handuk,  sampo,  sabun cair,  kipas,  dan sandal yang bertemakan Frozen.  Dan jujur,  kami dibuat pusing jika belanja.  Karena hampir di setiap sudut pertokoan ada Frozen. 

Saya yakin bila ada film animasi baru dan booming,  Kinan akan menjadi salah satu penggemar beratnya.  Dan kami,  orang tua,  nenek-kakek,  dan paman-bibinya akan mendadak migran.  Tapi jangan sampai kami pingsan dibuatnya.  (*)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s