Jatuh Cinta Setiap Hari


Sudah sering saya mendengar teman atau kerabat yang memutuskan berpisah dalam arti bercerai.  Persoalan ekonomi dan ketidakcocokan jadi pangkal masalah.
Saat ini,  saya dan suami memang hidup terpisah.  Pekerjaan yang menasibkan kami seperti sekarang.  Tapi,  itu tidak berarti hubungan kami tidak utuh.
Kabar buruk tentang perpisahan muncul dari seorang kawan.  Saat tahu hal itu,  saya berpikir keras apa yang jadi penyebabnya.  Bukan hanya soal perpisahan si kawan,  tapi juga perpisahan pada umumnya. 
Ketika dua orang lain jenis memutuskan menjadi pasangan,  karena ada ketertarikan satu sama lain.  Ketertarikan itu juga yang akhirnya membawa mereka ke pelaminan. Sebulan,  dua bulan,  hubungan masih rasa pengantin baru.  Lalu lahir anak,  kesibukan bertambah.  Sang ayah mesti mencari tambahan penghasilan karena anggota keluarga bertambah.  Bila si istri turut bekerja,  kedekatan suami istri akan berkurang. 
Tapi bagi saya itu secara fisik saja.  Secara psikologis,  meskipun terpisah,  tetap bisa saling menguatkan. 
Dari apa yang saya lihat,  alasan terbesar pasangan memutuskan berpisah adalah mereka sudah tidak jatuh cinta lagi.  Coba diingat ketika awal pacaran,  persiapan menjelang apel atau diapelin itu sangat dahsyat.  Baik yang lelaki atau perempuan,  memoles diri agar tampak menawan di depan pasangannya.  Mereka ingin membuat pasangannya kian jatuh cinta.
Namun,  apa yang terjadi ketika sudah menikah?  Tidak sedikit dari mereka yang melupakan itu.  Tidak jarang seorang istri hayang memakai daster tanpa riasan di wajahnya. Begitu pun yang lelaki,  mereka membiarkan diri seadanya karena pasangan akan selalu menerima apa adanya.
Akibatnya mereka lupa rasanya jatuh cinta.  Dan ketika melihat pasangannya berdandan berbeda,  malah dituduh yang tidak-tidak. 
Saya yang kini harus terbiasa tidak bertemu suami,  sedemikian cara membuat suami kembali jatuh cinta saat bertemu.  Karena saya yakin,  itulah yang akan menguatkan sebuah hubungan.  Meskipun sudah beranak dua,  sesekali tidak apa berkencan berdua saja,  nonton atau sekadar makan malam.  Semua akan terasa luar biasa.
Kalau rekan yang lain,  apa yang biasa dilakukan agar pasangan kita selalu jatuh cinta?

Advertisements

One thought on “Jatuh Cinta Setiap Hari

  1. nenio says:

    tapi sepertinya tips berdandan di depan suami gak berlaku bagi saya. Suami saya sukanya melihat saya pakai daster. Kalau saya rapi di rumah, pasti disuruh ganti baju pakai baju rumah (aka daster). majarkeun teh hareudang cenah. Demi menyenangkan suami, ya saya ikuti permintaannya. walaupun rada riweuh kalau mau ada perlu keluar, harus ganti baju dulu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s