Si Keriting yang Lezat


Kalau ada undangan ikut kuliah umum,  baiknya datang lebih awal atau tepat waktu.  Karena,  yang saya tahu,  jadwal kuliah memang lebih pagi dari jadwal seminar yang biasanya dimulai jam 9 pagi.
Apalagi ini kuliahnya menteri, gitu deh! Kalau ketinggalan material berasa kentang dan waswas ibarat materinya itu yang bakalan nongol pas ujian.  Kayak yang masih kuliah aja.

Saya sudah bersiap mandi sebelum jam 7 pagi.  Tapi dua bocah yang nyerobot kepengen ikut mandi bikin durasi mandi bertambah.  Saya mesti gerak cepat.  Alhasil saya berangkat jam 7 lebih 20 menit.  Belum sarapan pula.

Namun,  saya sudah membayangkan menu sarapan saya walau di angkutan umum.  Nasi kuning plus Bala-bala.  Yummy… Tapi,  baru saja jalan 30 meter dari rumah,  dikirimi  pesan yang kabari jadwal menteri batal,  ada rapat mendadak.  Kemudian saya harus mengubah rute ke wilayah Buah Batu.  Ini artinya,  no Bala-bala.

Kalau ke Unpad Dipati Ukur saya bisa menumpang angkutan umum Melong Asih disambung Caringin-Sadang Serang.  Tapi kalau ke Buah Batu,  setelah Melong Asih naik jurusan Leuwi panjang yang adanya di Elang.  Sementara tukang bala-bala adanya di Pal Tiga.

Bala-bala di Pal Tiga ini jauh berbeda dengan di tempat lain.  Bentuknya lonjong atau bulat tipis dengan sayuran kol yang tampak keriting.  Karena tipis,  menjadi renyah.

Di tempat lain,  misalnya dekat Pom Bensin Lembang bentuknya kayak telor,  isinya kebanyakan terigu.  Sayuran kolnya cuma garnis. Di depan Pasar Lembang ada juga,  tapi agak tebal.  Di depan Mesjid Agung Lembang enak rasanya tapi terkadang terasa dicampur dengan adonan sisa kemarin.  Ada sedikit masam.

image

Sekali saya pernah memesan di Dusun Bambu.  Bentuknya seperti centong sayur.  Saya ingat pernah membaca  resepnya di Majalah Kartini dengan sebutan bakwan. Si centong sayur itu dicelupkan ke dalam minyak panas.  Angkat lalu masukkan adonan dan rendam di minyak panas. 

Bentuknya memang sempurna. Tapi nyatanya,  waktu saya makan di sebuah tempat Eco wisata yang hits di Parongpong,  Lémbang,  mengecewakan. Bagian dalamnya masih mentah.  Masih berbentuk terigu basah. 

Kebetulan saya bertemu dengan ownernya.  Saya sampaikan keluhan itu.  Dia langsung memanggil chef,  dan menegurnya.

Oleh karena itu,  saya lebih tertarik dengan bala-bala keriting dan semrawut. Kasih bumbu kacang dan dihuap bersama sangu.  (*)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s